Reses di Badrika, Riuslan Paguci Beberkan 59 Persen APBD Kota Bengkulu Masih Terserap untuk Belanja Pegawai
KOTA BENGKULU – Anggota DPRD Kota Bengkulu, DRS. Riuslan, M.Si, melaksanakan Reses Masa Sidang III Tahun 2025 di kawasan Badrika, Kota Bengkulu, pada Senin, 8 Desember 2025. Kegiatan ini dihadiri puluhan warga, tokoh masyarakat, serta perangkat lingkungan setempat.
Dalam forum tersebut, Riuslan memaparkan secara terbuka kondisi riil Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bengkulu Tahun 2025. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 59 persen APBD masih terserap untuk belanja pegawai, sehingga ruang fiskal untuk pembangunan, khususnya sektor infrastruktur, masih sangat terbatas.
Menurut Riuslan, tingginya porsi belanja pegawai menjadi salah satu faktor belum maksimalnya realisasi berbagai usulan pembangunan masyarakat di tingkat kelurahan. Meski demikian, ia menegaskan seluruh aspirasi warga tetap dicatat dan akan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan bersama Pemerintah Kota Bengkulu.
“Semua usulan masyarakat tidak ada yang diabaikan. Semuanya kami tampung dan akan kami perjuangkan dalam pembahasan anggaran. Namun kami juga harus jujur menyampaikan kondisi keuangan daerah yang saat ini masih terbatas,” tegas Riuslan di hadapan warga.
Pada kesempatan itu, Riuslan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas sejumlah usulan pembangunan yang belum dapat diakomodasi pada APBD Tahun 2025. Ia berharap pada tahun anggaran 2026 nanti, program-program prioritas masyarakat dapat direalisasikan secara bertahap.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan beragam aspirasi, di antaranya terkait perbaikan jalan lingkungan, pembangunan dan normalisasi drainase, penerangan jalan umum (PJU), serta peningkatan fasilitas umum. Seluruh aspirasi tersebut dicatat untuk menjadi bahan perjuangan di DPRD.
Tokoh masyarakat Badrika, Sutikno, mengapresiasi kehadiran langsung wakil rakyat di tengah masyarakat. Ia menilai kegiatan reses menjadi sarana penting untuk menyampaikan berbagai persoalan secara langsung kepada anggota dewan.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Pak Riuslan. Semoga aspirasi yang kami sampaikan hari ini benar-benar dapat diperjuangkan hingga terealisasi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh salah seorang warga, Nurhayati, yang berharap perbaikan jalan di lingkungannya segera menjadi prioritas pembangunan.
“Setiap kali musim hujan, jalan kami becek dan rusak. Kami sangat berharap segera ada perbaikan,” katanya.
Menutup kegiatan reses, Riuslan menegaskan pentingnya keterbukaan informasi tentang pengelolaan keuangan daerah agar masyarakat memahami kondisi dan tantangan pembangunan. Ia juga mendorong Pemerintah Kota Bengkulu untuk terus melakukan efisiensi anggaran serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Jika PAD terus meningkat, maka ruang fiskal untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik juga akan semakin besar,” pungkasnya.
Melalui kegiatan reses ini, Riuslan berharap terbangun sinergi yang kuat antara masyarakat dan DPRD, sehingga kebijakan serta program pembangunan yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat Kota Bengkulu.(Ynt)








