Berlian Utama Harta: Warga Tanjung Kamayan Curhat Jalan Rusak dan Listrik Minim
BENGKULU UTARA- Warga Desa Tanjung Kamayan, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan yang dinilai belum memadai. Kerusakan dan keterbatasan akses jalan disebut berdampak langsung pada aktivitas perekonomian masyarakat, terutama dalam mengangkut hasil pertanian ke luar desa dengan biaya yang cukup tinggi.
Keluhan tersebut disampaikan warga saat kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Bengkulu daerah pemilihan Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah, Berlian Utama Harta, pada masa persidangan I Tahun Sidang 2026.
Menurut warga, kondisi jalan yang rusak dan belum tersentuh pembangunan optimal menyebabkan kendaraan pengangkut hasil bumi sulit melintas, terlebih saat musim hujan. Akibatnya, biaya distribusi meningkat karena petani harus menyewa kendaraan khusus atau memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh.
“Kalau jalan bagus, biaya angkut bisa ditekan. Sekarang ongkosnya mahal, sehingga keuntungan petani semakin kecil,” ujar salah seorang warga dalam pertemuan tersebut.
Selain persoalan jalan, masyarakat juga menyoroti masih adanya desa di wilayah itu yang belum teraliri listrik secara merata. Ketiadaan jaringan listrik dinilai menghambat aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat, terutama pada malam hari.
Menanggapi aspirasi tersebut, Berlian Utama menegaskan bahwa persoalan infrastruktur dasar, seperti jalan dan listrik, merupakan kebutuhan prioritas yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Infrastruktur jalan dan jaringan listrik bukan sekadar fasilitas, tetapi kebutuhan mendasar masyarakat. Jika akses jalan buruk dan listrik belum tersedia, maka pertumbuhan ekonomi desa akan terhambat,” tegas Berlian.
Ia menyatakan akan membawa dan memperjuangkan aspirasi tersebut dalam pembahasan bersama pemerintah provinsi agar dapat diakomodasi dalam program pembangunan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat diperlukan untuk mempercepat pemerataan infrastruktur di wilayah terpencil.
“Kita akan dorong agar pembangunan jalan di Napal Putih masuk dalam skala prioritas. Begitu juga dengan perluasan jaringan listrik. Pemerintah harus hadir memastikan masyarakat di desa tidak tertinggal,” ujarnya.
Berlian juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur di daerah sentra pertanian memiliki dampak strategis terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan akses jalan yang baik, distribusi hasil panen menjadi lebih lancar, biaya logistik menurun, dan daya saing produk pertanian meningkat.
Reses tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan mendasar yang selama ini dirasakan. Berlian memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan dicatat dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD Provinsi Bengkulu.(Ynt)













