Pulau Baai Disiapkan Jadi Kawasan Industri Pantai Barat Sumatera
BENGKULU– Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong percepatan pengembangan Kawasan Industri Pelabuhan Pulau Baai. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas industri dan perdagangan di wilayah pantai barat Sumatera.
Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, bersama Sekretaris Daerah Herwan Antoni dan sejumlah kepala OPD menggelar pertemuan dengan Direktur Utama PT Pelindo, Achmad Muctasor, di Pelindo Tower, Jakarta Utara, Kamis (5/3).
Pertemuan tersebut membahas langkah strategis pengembangan kawasan industri di Pelabuhan Pulau Baai, termasuk optimalisasi potensi sektor pertambangan, pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Menurut Mian, pengembangan kawasan industri di pelabuhan tersebut akan memberikan nilai tambah terhadap komoditas unggulan Bengkulu sekaligus memperkuat konektivitas perdagangan.
“Kawasan Industri Pelabuhan Pulau Baai diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan, pertanian, pertambangan, hingga perikanan,” ujar Mian.
Ia juga menyoroti persoalan pendangkalan alur pelayaran yang selama ini menjadi kendala aktivitas pelabuhan. Namun, menurutnya persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui kolaborasi antara PT Pelindo, pemerintah daerah, dan Kementerian Perhubungan.
Dengan posisi strategis di jalur pantai barat Sumatera, Pelabuhan Pulau Baai dinilai memiliki peluang besar berkembang sebagai ekosistem pelabuhan dan kawasan industri yang representatif di wilayah tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo, Achmad Muctasor, menyebut kawasan Pelabuhan Pulau Baai juga berpotensi dikembangkan sebagai lokasi pembangunan pabrik biodiesel. Ia mendorong adanya nota kesepahaman antara pihak terkait guna merealisasikan pembangunan industri biodiesel di kawasan pelabuhan tersebut.
Ynt










