1.513 Siswa Kota Bengkulu Terima Program Indonesia Pintar 2026, Pencairan Bantuan Mulai Diproses
BENGKULU – Sebanyak 1.513 siswa di Kota Bengkulu tercatat sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2026. Bantuan pendidikan yang diperjuangkan oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, tersebut kini memasuki tahap administrasi pencairan dan akan disalurkan secara bertahap kepada para penerima.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bengkulu, Dodi Sukardi, mengatakan kuota PIP 2026 untuk Kota Bengkulu kembali berhasil diperoleh melalui aspirasi MY Esti Wijayati. Program ini bertujuan membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.
“Sebanyak 1.513 siswa di Kota Bengkulu menerima bantuan Program Indonesia Pintar yang diperjuangkan Ibu MY Esti Wijayati. Ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung akses pendidikan bagi masyarakat,” ujar Dodi, Jumat (5/6/2026).
Berdasarkan data penerima, bantuan PIP 2026 diberikan kepada 1.013 siswa SD, 383 siswa SMP, 58 siswa SMA, dan 60 siswa SMK. Besaran bantuan disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan tingkat kelas masing-masing penerima.

Untuk siswa SD kelas 1 hingga 5, bantuan yang diberikan sebesar Rp450 ribu per siswa, sedangkan siswa kelas 6 menerima Rp225 ribu. Pada jenjang SMP, siswa kelas 1 dan 2 memperoleh Rp750 ribu, sementara siswa kelas 3 mendapatkan Rp375 ribu.
Sementara itu, siswa SMA dan SMK kelas 1 serta kelas 2 menerima bantuan sebesar Rp1,8 juta. Adapun siswa kelas 3 memperoleh bantuan Rp900 ribu.
Dodi menjelaskan, proses pengambilan Surat Keputusan (SK) penerima PIP telah dibuka di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Bengkulu dan dijadwalkan berlangsung selama satu pekan guna mempercepat tahapan administrasi pencairan dana.
Selain itu, daftar penerima bantuan juga telah disebarluaskan melalui media sosial dan jaringan pengurus partai hingga tingkat kecamatan agar informasi dapat diterima seluruh siswa yang berhak.
“Kami mengimbau seluruh penerima yang namanya telah diumumkan agar segera mengambil SK dan melengkapi persyaratan pencairan bantuan,” katanya.
Terkait pencairan dana, Dodi menegaskan bahwa penyaluran bantuan tidak dilakukan secara serentak. Dana akan masuk ke rekening penerima sesuai mekanisme dan jadwal yang ditetapkan pemerintah.
“Jika nama sudah masuk dalam daftar penerima, peluang pencairannya sangat besar. Penyaluran dilakukan secara bertahap sehingga ada yang menerima lebih dulu dan ada yang menyusul,” jelasnya.
Ia berharap bantuan Program Indonesia Pintar 2026 tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan, seperti pembelian buku, seragam sekolah, alat tulis, hingga berbagai kebutuhan penunjang belajar lainnya.
“Program ini diharapkan mampu mengurangi beban ekonomi keluarga dan memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena alasan biaya,” tutup Dodi.
Penulis: Ynt











