Beranda Bengkulu Utara Lapas Arga Makmur Gandeng AMJ Bengkulu, Panen 60 Kg Kangkung Hasil Pembinaan WBP
Bengkulu Utara

Lapas Arga Makmur Gandeng AMJ Bengkulu, Panen 60 Kg Kangkung Hasil Pembinaan WBP

BENGKULU UTARA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Arga Makmur terus menunjukkan komitmennya mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan produktif di lingkungan lapas. Komitmen tersebut dibuktikan dengan panen sekitar 60 kilogram kangkung dari lahan budidaya seluas 500 meter persegi, Rabu (15/7/2026).

Panen dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIB Arga Makmur, Yulian Fernando, didampingi Kepala Pengamanan Lapas Ganang Mahardiko bersama jajaran pejabat struktural dan petugas kegiatan kerja. Kegiatan itu juga dihadiri Ketua Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) Provinsi Bengkulu, Wibowo Susilo, sebagai bentuk sinergi memperkenalkan program pembinaan produktif kepada masyarakat.

Kangkung yang dipanen merupakan hasil pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Para warga binaan terlibat langsung mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga panen di bawah pendampingan petugas lapas. Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan keterampilan yang diarahkan agar WBP memiliki bekal saat kembali ke masyarakat.

Yulian Fernando menjelaskan, Lapas Arga Makmur memiliki lahan pertanian produktif seluas sekitar 1.200 meter persegi. Sebanyak 500 meter persegi dimanfaatkan untuk budidaya kangkung, sedangkan sisanya ditanami komoditas hortikultura lain seperti semangka dan terong yang masih dalam tahap pemeliharaan.

“Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan bercocok tanam yang memiliki nilai ekonomi. Harapannya, kemampuan tersebut menjadi modal bagi mereka untuk hidup mandiri setelah bebas,” ujar Yulian.

Ketua AMJ Provinsi Bengkulu, Wibowo Susilo, mengapresiasi langkah Lapas Arga Makmur yang mampu mengubah lahan kosong menjadi kawasan pertanian produktif. Menurutnya, program tersebut membuktikan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga berkontribusi terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Program seperti ini patut diketahui masyarakat. Pembinaan di lapas bukan hanya membentuk karakter, tetapi juga menciptakan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan. Sinergi dengan media menjadi penting agar publik melihat berbagai program positif yang dijalankan pemasyarakatan,” kata Wibowo.

Keberhasilan panen perdana ini menjadi dorongan bagi Lapas Kelas IIB Arga Makmur untuk terus mengoptimalkan lahan pertanian yang tersedia. Pengembangan berbagai komoditas hortikultura diharapkan mampu memperkuat program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Penulis: Ynt

Editor: Hs

Sebelumnya

Satgas PASTI Hentikan PT EVI, Diduga Himpun Dana Ilegal Berkedok Investasi Hijau

Selanjutnya

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detak Nusantara News
Alaku
Alaku