Perkuat Keterbukaan Informasi, Lapas Kelas IIA Bengkulu Jalin Sinergi Strategis dengan AMJ
BENGKULU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu memperkuat sinergi dengan Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) Bengkulu sebagai langkah strategis dalam meningkatkan keterbukaan informasi publik, transparansi pelayanan, dan penguatan pembinaan warga binaan.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto, saat menggelar silaturahmi dan diskusi bersama insan pers, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dan media dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Julianto menegaskan bahwa Lapas Bengkulu membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat maupun media untuk menyampaikan kritik, saran, dan masukan terhadap pelayanan pemasyarakatan. Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola lembaga yang profesional, akuntabel, dan transparan.

Selain memperkuat komunikasi publik, Lapas Bengkulu juga terus mengoptimalkan pelaksanaan program prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, mulai dari pemberantasan narkotika, pencegahan penggunaan telepon genggam ilegal, penanganan overkapasitas, hingga pengembangan program ketahanan pangan yang melibatkan warga binaan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.
Meski saat ini dihuni sekitar 714 warga binaan dari kapasitas ideal 218 orang, Lapas Kelas IIA Bengkulu memastikan pelayanan, pembinaan, serta program integrasi tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengedepankan aspek keamanan dan profesionalisme.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) Bengkulu, Wibowo Susilo, mengapresiasi komitmen Lapas Bengkulu dalam membangun komunikasi terbuka dengan media. Menurutnya, sinergi antara lembaga pemerintah dan insan pers menjadi fondasi penting untuk menghadirkan informasi yang kredibel, transparan, serta memperkuat fungsi kontrol sosial sesuai Kode Etik Jurnalistik. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan dan program pembinaan di Lapas Kelas IIA Bengkulu.
Penulis: Ynt









