Beranda Bengkulu Maulid Nabi di Bengkulu Digelar Saat Subuh, Ribuan Jamaah Serukan “Singkap Selimut dan Bangunlah!”
Bengkulu

Maulid Nabi di Bengkulu Digelar Saat Subuh, Ribuan Jamaah Serukan “Singkap Selimut dan Bangunlah!”

KH. Muhammad Syamlan menyampaikan Ta’lim Surat Al-Muzzammil dalam rangkaian Maulid Akbar di Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu

BENGKULU — Ribuan umat Islam memadati Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu, Selasa (25/8/2026), dalam rangkaian Gerakan Subuh Berjamaah (GSB), Majelis Cinta Nabi, dan Ta’lim Maulid Akbar bertepatan dengan 12 Rabiul Awwal 1448 H.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ kali ini berlangsung sejak waktu Subuh. Ribuan jamaah dari berbagai kalangan hadir dalam suasana khusyuk, sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan dan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.

Mengusung pesan “Singkap Selimut dan Bangunlah!”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi momentum mengenang kelahiran Rasulullah ﷺ. Jamaah diajak menjadikan Maulid Nabi sebagai titik kebangkitan untuk meningkatkan iman, memperdalam ilmu, memperkuat dakwah, dan berkontribusi bagi umat serta bangsa.

Acara diawali tilawah Surat Al-Muzzammil oleh Mimi, siswi kelas V SDIT Rabbani. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menambah kekhusyukan suasana Subuh di Masjid Raya Baitul Izzah.

Selanjutnya, santri kelas IX PPIIT Rabbani, Qiando Ghifari, tampil sebagai Da’i Shaghir. Dengan penyampaian yang lugas dan penuh semangat, ia mengajak generasi muda untuk mencintai ilmu dan menjadikan Islam sebagai pedoman dalam kehidupan.

Ribuan jamaah memadati Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu dalam rangkaian Maulid Akbar dan Gerakan Subuh Berjamaah.

Ketua DKM Masjid Raya Baitul Izzah, Prof. Dr. H. Hery Noor Aly, kemudian menyampaikan taushiyah tentang kecintaan kepada Rasulullah ﷺ. Jamaah diajak meneladani perjuangan, kesabaran, pengorbanan, serta akhlak mulia Nabi Muhammad ﷺ.

Puncak kegiatan diisi Ta’lim Surat Al-Muzzammil oleh KH. Muhammad Syamlan, Khadim Ma’had Rabbani Bengkulu.

Dalam kajiannya, KH. Muhammad Syamlan mengajak jamaah melakukan introspeksi melalui sebuah pertanyaan penting: “Andaikan kita hidup di zaman Nabi, kita ini termasuk yang mencela Nabi atau yang membela Nabi?”

Pertanyaan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan kebenaran membutuhkan keberanian. Rasulullah ﷺ pada masa dakwah menghadapi berbagai tuduhan dan tekanan, namun tetap menjalankan risalah yang diembannya.

Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan firman Allah dalam QS. Al-Muzzammil ayat 1–2:

Wahai orang yang berselimut. Bangunlah untuk melaksanakan salat malam, kecuali sebagian kecil.”

Selimut dalam pesan kajian tersebut dimaknai lebih luas sebagai simbol kenyamanan, kemalasan, ketakutan, dan sikap pasif ketika kebenaran membutuhkan pembelaan.

Karena itu, jamaah diajak untuk bangun untuk Allah, bangun untuk ilmu, bangun untuk dakwah, bangun membela kebenaran, dan bangun membangun umat.

Ribuan jamaah yang memenuhi Masjid Raya Baitul Izzah pada waktu Subuh menjadi gambaran kuatnya semangat umat Islam di Bengkulu. Momentum ini diharapkan menjadi bagian dari kebangkitan ruhiyah, ilmu, dakwah, dan amal umat.

Pesan yang menggema dari Subuh Bengkulu pun sederhana namun kuat:

Singkap selimut. Bangunlah.

Bangun untuk Allah.
Bangun untuk umat.
Bangun untuk bangsa dan negara.
Bangun untuk dunia.

Dari Subuh Bengkulu, diharapkan lahir semangat baru untuk membangun generasi Islam yang berilmu, berakhlak, dan mampu berkiprah di tingkat nasional hingga internasional.

Penulis: Ynt

Sebelumnya

Polri Ajak Masyarakat Cermat Sikapi Informasi di Ruang Digital

Selanjutnya

Polri Perkuat Pencegahan Karhutla Melalui Edukasi Langsung kepada Masyarakat

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detak Nusantara News
Alaku
Alaku