Sultan Bachtiar Najamudin Gaungkan Green Democracy di Unib, Dorong Demokrasi Hijau dan Indonesia Emas 2045
BENGKULU – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Bachtiar Najamudin, menggaungkan gagasan Green Democracy atau demokrasi hijau dalam kuliah umum di Universitas Bengkulu (Unib), Rabu (21/10/2026). Gagasan ini menekankan pentingnya membangun demokrasi yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan politik dan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan serta kesejahteraan generasi mendatang.
Kuliah umum bertema Green Democracy tersebut berlangsung di Gedung Layanan Terpadu (GLT) Unib. Kegiatan ini digelar setelah Sultan beraudiensi dengan Rektor Unib, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., sekaligus menyerahkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa penerima beasiswa tahun 2026.
Dalam pemaparannya, Sultan menjelaskan bahwa Green Democracy merupakan gagasan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan Indonesia, mulai dari tingginya biaya politik, besarnya bonus demografi, hingga ancaman perubahan iklim. Menurutnya, demokrasi harus mampu mendorong pembangunan yang seimbang antara kemajuan politik, pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan.
Ia menegaskan, demokrasi dan keberlanjutan lingkungan merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Kebijakan publik tidak cukup hanya menghasilkan kemajuan dalam jangka pendek, tetapi juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap sumber daya alam dan kehidupan generasi berikutnya.
“Melalui paradigma Green Democracy, kita berharap bonus demografi yang besar tidak menjadi beban atau liability, tetapi justru menjadi peluang sekaligus aset dalam membentuk generasi Indonesia Emas 2045,” ujar Sultan.
Menurutnya, tantangan demokrasi Indonesia tidak hanya berkaitan dengan proses pemilihan dan pergantian kepemimpinan, tetapi juga menyangkut arah kebijakan pembangunan serta pengelolaan sumber daya alam. Tingginya biaya politik perlu menjadi perhatian bersama agar tidak memicu kebijakan yang mengesampingkan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Karena itu, Sultan mendorong terciptanya demokrasi yang sejuk, seimbang, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang. Di tengah ancaman krisis iklim global, pembangunan nasional membutuhkan kesadaran ekologis, persatuan, serta kolaborasi seluruh elemen bangsa.
“Demokrasi yang kita inginkan adalah demokrasi yang sejuk dan seimbang, selaras dengan kualitas lingkungan hidup. Di tengah krisis iklim global, semangat rekonsiliasi dan persatuan nasional dari seluruh elemen bangsa merupakan langkah awal yang harus kita ambil,” tegasnya.
Sultan berharap konsep Green Democracy dapat memperkuat peran DPD RI dalam memperjuangkan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan daerah. Penguatan kualitas sumber daya manusia juga dinilai menjadi faktor penting agar Indonesia mampu mengoptimalkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Sultan Motivasi Mahasiswa Unib Berani Bermimpi Besar
Selain memaparkan gagasan demokrasi hijau, Sultan memberikan motivasi kepada mahasiswa Unib agar berani menetapkan cita-cita tinggi, terus belajar, dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan.
Sebagai putra daerah asal Bengkulu Selatan yang kini memimpin DPD RI, Sultan membagikan perjalanan hidupnya untuk menunjukkan bahwa latar belakang daerah bukanlah penghalang bagi generasi muda untuk meraih kesempatan dan berkontribusi di tingkat nasional.
“Tidak ada yang tidak mungkin. Dari Bengkulu, saya bisa menjadi Ketua DPD RI, salah satu lembaga tinggi negara. Kesempatan ini saya manfaatkan untuk memajukan daerah dan berkontribusi bagi bangsa,” tuturnya.
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak membatasi potensi diri karena keadaan maupun asal-usul. Keberanian bermimpi, kerja keras, dan ketekunan merupakan modal penting untuk membuka peluang serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Jangan pernah ragu menggantungkan cita-cita setinggi mungkin. Perjalanan saya menjadi Ketua DPD RI adalah bukti bahwa mimpi bisa diwujudkan dengan kerja keras,” katanya.
Sultan juga berpesan agar generasi muda menjadikan tantangan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Menurutnya, mahasiswa harus terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, dan membangun kepedulian terhadap kemajuan daerah maupun bangsa.
“Saya dan kalian adalah perintis, bukan pewaris. Teruslah belajar, berjuang, dan bangkit untuk memajukan daerah kita,” serunya.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa diajak memahami relevansi Green Democracy dalam menentukan arah pembangunan Indonesia. Sultan menekankan bahwa demokrasi bukan sekadar persoalan politik, melainkan juga tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan dan memastikan pembangunan memberikan manfaat berkelanjutan.
Ia menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan menuju pembangunan yang lebih ramah lingkungan. Pemahaman demokrasi, kepedulian ekologis, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu berjalan beriringan agar kemajuan saat ini tidak menjadi beban bagi generasi mendatang.
“Melalui Green Democracy, kita berharap dapat memperkuat peran DPD RI, melestarikan lingkungan, dan mempersiapkan generasi muda dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul, sejalan dengan visi Presiden RI,” tambahnya.
Menutup kuliah umum, Sultan berharap mahasiswa Unib dapat menerapkan nilai-nilai yang disampaikan sesuai bidang keilmuan dan peran masing-masing. Ia menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kesiapan generasi muda untuk belajar, berinovasi, serta berkontribusi bagi masyarakat.

“Semoga dari kuliah singkat ini, adik-adik mahasiswa dapat memahami dan menerapkan sedikit dari apa yang telah saya sampaikan. Karena masa depan Indonesia ada di tangan kalian,” tutup Sultan.
Kuliah umum tersebut dihadiri Ketua Senat Unib Prof. Herawan Sauni, Sekretaris Senat Prof. Farid, Rektor dan para Wakil Rektor, para Dekan dan Wakil Dekan, ketua lembaga dan Unit Penunjang Akademik (UPA), para kepala biro, serta ratusan mahasiswa penerima beasiswa KIP-K tahun 2026.
Kehadiran Ketua DPD RI di Universitas Bengkulu diharapkan memperluas wawasan mahasiswa mengenai hubungan demokrasi, kebijakan pembangunan, dan kelestarian lingkungan. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mendorong generasi muda Bengkulu agar berani bermimpi besar, meningkatkan kualitas diri, dan mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, serta berkelanjutan.
Penulis: Ynt/rls









