BEI Bengkulu Dorong Transparansi Pasar Modal, Investor Muda Jadi Penggerak Utama
BENGKULU – Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bengkulu, Marina Rasyada, menegaskan pentingnya peran BEI dalam menjaga perdagangan efek agar tetap teratur, efisien, dan transparan guna melindungi investor dari risiko gagal bayar dan gagal serah.
Pernyataan itu disampaikan Marina dalam kegiatan Sosialisasi Mekanisme Perlindungan Investor bertema “Menjaga Kepercayaan Investor: Transparansi dan Perlindungan Investor” yang digelar di salah satu hotel di Bengkulu, Rabu (8/9/2025). Ia menyebut, BEI tidak hanya berfungsi sebagai penyelenggara perdagangan efek, tetapi juga berperan menjaga stabilitas dan keamanan sistem investasi elektronik.
Menurut Marina, lembaga seperti Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) memiliki kontribusi besar dalam memastikan keamanan aset para investor. Sementara itu, Febrinda Hari Sutejo dari PT Indonesia SIPF menambahkan bahwa pihaknya menyediakan Dana Perlindungan Pemodal dengan batas perlindungan hingga Rp200 juta per investor untuk menghindari kerugian akibat kehilangan aset di perusahaan sekuritas.
Dalam kesempatan yang sama, Sahdu Mahardika, Senior Manager Unit Pengembangan Pasar PT KPEI, menegaskan bahwa KPEI bertugas menjamin keamanan dan keberlangsungan transaksi efek di bursa. Marina juga mengapresiasi peran media dalam memperluas literasi pasar modal di masyarakat. “Tanpa dukungan media, edukasi pasar modal tidak akan menjangkau lebih banyak kalangan,” ujarnya.
Berdasarkan data BEI, investor di Bengkulu kini didominasi kalangan muda berusia 18–25 tahun, dengan Kota Bengkulu menjadi daerah dengan jumlah investor terbanyak, mencapai lebih dari 29 ribu orang. Tren ini menandakan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap investasi di pasar modal.(Ynt)








