Mediasi dan Pengukuran Pembuatan Oprit Jembatan Kebun Tebeng Berjalan Kondusif
BENGKULU— Proses mediasi dan pengukuran pembangunan oprit jembatan atau *Box Culvert* di kawasan Kebun Tebeng, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, berjalan lancar dan kondusif pada Senin (13/10/2025) sore. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Lurah Kebun Tebeng tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah, pelaksana proyek, aparat keamanan, dan perwakilan masyarakat.
Hadir dalam pertemuan itu antara lain perwakilan Dinas PUPR Kota Bengkulu Supriadi selaku Subkor Jalan dan Jembatan, Lurah Kebun Tebeng Hendi, pelaksana proyek dari PT Raja Sakti Tulus, serta Babinsa Kebun Tebeng Sertu Ikbal. Selain itu, turut hadir Ketua RW, RT, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Dalam mediasi tersebut, Supriadi menjelaskan pentingnya pembangunan oprit sebagai bagian vital yang menghubungkan badan jalan dengan jembatan. Ia menegaskan bahwa proyek ini dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas warga dan memastikan keamanan serta kelancaran transportasi.
Sementara itu, Tulus dari PT Raja Sakti menyampaikan bahwa pengukuran dilakukan sesuai kesepakatan dengan masyarakat terdampak, yakni oprit dibangun sejauh 10 meter dari as jalan. Ia juga menegaskan, pembangunan akan memperhatikan aspek kenyamanan warga sekitar, terutama yang memiliki usaha di dekat lokasi proyek.
Perwakilan RW dan RT setempat menuturkan bahwa masyarakat pada dasarnya mendukung penuh pembangunan ini. Isu terkait penumpukan material bangunan di tengah jalan yang sempat menimbulkan keresahan dinyatakan tidak benar. Penumpukan material dilakukan sementara untuk mendukung tahap akhir pekerjaan, khususnya dalam pembentukan kemiringan badan jalan.
Dari hasil laporan lapangan, Unit Intel Kodim 0407/Kota Bengkulu bersama Babinsa Kebun Tebeng telah melakukan penggalangan dan pendekatan persuasif terhadap warga agar tidak terprovokasi isu negatif yang berpotensi menimbulkan ketegangan.
Kegiatan mediasi dan pengukuran ini menjadi langkah penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai rencana, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaksana proyek, dan masyarakat.(Ynt)









