Pentas Seni Budaya Perkolong-kolong Meriahkan Kerja Tahun Merga Silima 2025 di Bengkulu
BENGKULU — Pentas Seni Budaya Perkolong-kolong, Presentasi Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), serta Tradisi Expo resmi digelar di Gedung Sportarium Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Jalan Adam Malik, Kelurahan Cempaka Permai, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu, 15–16 November 2025, dengan rangkaian acara yang padat dan meriah.
Acara yang diinisiasi Perpulungen Merga Silima Provinsi Bengkulu ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Tanah Karo dr. Antonius Ginting; Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, S.H.; Ketua Perpulungen Merga Silima Drs. Jarto Tarigan, M.Si., beserta jajaran; serta pimpinan Pemerintah Provinsi Bengkulu, termasuk Gubernur H. Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Ir. H. Mian. Turut hadir pula para seniman, guru, tokoh adat, serta perwakilan sekolah peserta GSMS seperti SMKN 7 Kota Bengkulu.
Rangkaian kegiatan hari pertama dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan penampilan GSMS, lomba tari Perkolong-kolong tingkat SD hingga mahasiswa, lomba tari antar-marga, hingga penampilan seni dari berbagai sekolah. Pada malam hari, acara dilanjutkan dengan upacara pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, doa, sambutan tamu kehormatan, penyerahan piagam WBTBI, serta pengumuman pemenang lomba tari.
Puncak hiburan malam diwarnai penampilan artis Perkolong-kolong, sesi menari bersama, lomba adu Perkolong-kolong, dan pembagian door prize.
Pada Minggu malam, kegiatan kembali dilanjutkan dengan sesi pembukaan pukul 19.30 WIB, disusul penampilan musik dan tari hingga acara resmi ditutup pada pukul 23.00 WIB.
Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan budaya ini. Menurutnya, Pentas Seni Budaya Perkolong-kolong merupakan wadah penting untuk mempererat persaudaraan masyarakat Karo di Bengkulu sekaligus memperkaya khazanah kebudayaan daerah.
Event tahunan ini tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk melestarikan seni dan menjaga identitas budaya. Berbagai penampilan GSMS dari sekolah-sekolah seperti SMKN 7 Kota Bengkulu, SMA Sint Carolus, SMKN 2 Bengkulu Utara, dan SMAN 2 Bengkulu Tengah menjadi bukti komitmen pelestarian seni tradisi di lingkungan pendidikan.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum memperkuat solidaritas masyarakat Karo di tanah rantau. “Kerja Tahun Merga Silima bukan hanya seremoni budaya, tetapi simbol persaudaraan dan kebersamaan. Ini bagian dari upaya menjaga warisan leluhur,” ujarnya.
Secara keseluruhan, penyelenggaraan Pentas Seni Budaya Perkolong-kolong, Presentasi Karya GSMS, dan Tradisi Expo tahun ini bertujuan mengembangkan bakat siswa, melestarikan budaya lokal, serta memperkuat identitas daerah di tengah masyarakat Bengkulu.(Ynt)









