kepala SMA Negeri 6 Kota Bengkulu Raih Gelar Doktor di Universitas Bengkulu
BENGKULU—Dr. Eka Eka Saputra, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Bengkulu, resmi menyandang gelar doktor setelah sukses menjalani ujian promosi doktor Pascasarjana di Universita Bengkulu (UNIB), Selasa (20/1/2026).
Dihadapan lima Dewan Penguji yang diketuai,Prof, Dr. Sudarwan Danim, Prof, Dr Rambat Nur Sasongko,M.Pd (Promotor), Prof. Mantap Sumatri,M.Pd (Kopromotor), Dr.Rendy Wikrama Wardana, M.Pd (Penguji Ahli) dan Prof.Dr.Nurul Ihsan, M.Pd (Penguji Luar PT), Eka memaparkan disertasi berjudul “Pengaruh Kepemimpinan dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)”.

Penelitian ini mengkaji secara mendalam pengaruh kepemimpinan dan kompetensi pribadi terhadap kinerja guru PJOK, dengan lokus penelitian di Kota Bengkulu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru PJOK, yang dibuktikan dengan nilai signifikan 0,00 lebih kecil dari 0,05.
Temuan ini menegaskan bahwa semakin efektif kepemimpinan kepala sekolah, pengawas, serta sistem pembinaan pendidikan, maka semakin tinggi pula kinerja guru PJOK.

Selain itu, kompetensi pribadi guru juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Nilai koefisien positif menunjukkan bahwa semakin baik kompetensi personal guru, meliputi tanggung jawab, etos kerja, dedikasi, dan sikap profesional, maka semakin optimal pula kinerja yang ditunjukkan dalam proses pembelajaran.
Secara simultan, kepemimpinan dan kompetensi pribadi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru PJOK. Dari kedua variabel tersebut, kompetensi pribadi menjadi faktor yang paling dominan memengaruhi kinerja guru, khususnya dalam aspek peran, tanggung jawab, dan etos kerja.
Eka Saputra menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan adaptif harus diiringi dengan penguatan kepemimpinan yang efektif serta pembinaan berkelanjutan terhadap guru. Menurutnya, guru PJOK tidak hanya berperan mengajarkan keterampilan olahraga, tetapi juga menanamkan nilai kerja sama, disiplin, sportivitas, dan gaya hidup sehat kepada peserta didik.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan dalam pengembangan pendidikan jasmani di tengah tantangan era teknologi tinggi. Sinergi antara kebijakan, kepemimpinan pendidikan, dan profesionalisme guru dinilai menjadi kunci peningkatan mutu pendidikan jasmani, khususnya di Kota Bengkulu.
Ujian terbuka tersebut berlangsung lancar dan menjadi kontribusi akademik penting dalam pengembangan ilmu pendidikan, khususnya pada bidang Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.(Ynt)










