Wali Kota Bengkulu Tegaskan Aksi Buang Sampah di Kantor Pemerintah Merupakan Sikap Kurang Bijak
BENGKULU – Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyayangkan aksi sejumlah sopir mobil pengangkut sampah yang melakukan protes dengan membuang sampah di halaman Kantor Wali Kota Bengkulu, Kelurahan Bentiring, Selasa (27/1/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan para sopir terhadap kondisi akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang rusak parah dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Jalan yang berlumpur dan berlubang dinilai menghambat operasional armada pengangkut sampah, sehingga berdampak pada kelancaran pelayanan kebersihan di Kota Bengkulu.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengaku baru mengetahui adanya aksi tersebut saat dirinya tengah menjalankan agenda lain di luar kantor.
“Saya sedang kegiatan BPJS untuk memastikan seluruh warga Kota Bengkulu mendapatkan program BPJS gratis. Baru saja tadi saya mendapat informasi adanya aksi dari teman-teman sopir pengangkut sampah,” ujar Dedy.
Dedy menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu sebenarnya telah menganggarkan program perluasan TPA, namun pelaksanaannya belum berjalan optimal karena keterbatasan waktu pada tahun anggaran sebelumnya.
“Kami sudah menganggarkan perluasan TPA. Tahun lalu waktunya memang sangat mepet, dan pada tahun 2026 ini kembali kita anggarkan,” jelasnya.
Ia juga tidak menampik bahwa kondisi TPA saat ini sudah melebihi kapasitas (overload), sehingga memunculkan berbagai persoalan teknis di lapangan, termasuk akses jalan dan operasional kendaraan pengangkut sampah.
“Kita akui TPA kita sudah penuh dan memang ada banyak persoalan di sana,” ungkap Dedy.
Meski memahami keluhan para sopir, Dedy menilai aksi protes dengan membuang sampah di lingkungan kantor pemerintahan bukanlah langkah yang tepat.
“Namun, protes dengan cara membuang sampah di kantor pemerintah itu sebuah sikap yang kurang bijak,” tegasnya.
Ke depan, Dedy mengajak seluruh pihak, termasuk para sopir pengangkut sampah, untuk bersatu dan bekerja sama mencari solusi terbaik demi kemajuan Kota Bengkulu.
“Mari kita sama-sama membangun kota ini dengan cara-cara yang lebih baik. Intinya kita butuh kerja sama dan saling bekerja,” tutup Dedy.(Ynt/rls)









