Beranda Bengkulu Rumah Terdakwa Kasus Rp3,7 Miliar Sering Disusupi OTK, Kuasa Hukum: Jika Intimidasi Terus Berlanjut, Kami Lawan
Bengkulu

Rumah Terdakwa Kasus Rp3,7 Miliar Sering Disusupi OTK, Kuasa Hukum: Jika Intimidasi Terus Berlanjut, Kami Lawan

Benni Hidayat, S.H Penasehat Hukum LT. (Foto : Dok 15/6/2026)

BENGKULU- Di tengah bergulirnya sidang dugaan penggelapan dana perusahaan senilai Rp3,7 miliar, keluarga terdakwa LT mengaku terus dihantui kedatangan orang tak dikenal (OTK) yang mencurigakan. Dalam rentang beberapa bulan terakhir, rumah terdakwa disebut sedikitnya lima kali didatangi orang yang mengaku aparat, bahkan ada yang mengenakan seragam, tanpa menunjukkan identitas maupun surat tugas.

Peristiwa terbaru terjadi dua hari berturut-turut, Jumat dan Sabtu, 12–13 Juni 2026. Menurut keluarga, OTK yang datang tidak sekadar mengetuk pintu, tetapi membuka pagar rumah yang tertutup lalu masuk ke pekarangan tanpa izin.

Pada Jumat siang, seorang pria berkaus dan bercelana pendek disebut berkeliling memeriksa sisi samping hingga belakang rumah. Ia bahkan sempat masuk ke dalam rumah dan berdalih ingin berobat. Alasan itu membuat keluarga heran karena rumah tersebut bukan klinik maupun tempat praktik kesehatan.

Sehari berselang, pria lain yang mengenakan seragam aparat kembali melakukan hal serupa. Ia membuka pagar dan masuk ke area rumah, lalu terlihat memeriksa sejumlah sudut bangunan. Saat hendak memasuki salah satu ruangan di bagian bawah rumah, pria tersebut langsung ditegur oleh keluarga terdakwa.

Ketika dipertanyakan keberadaannya, pria itu mengaku tersesat. Namun alasan tersebut dinilai janggal lantaran ia berjalan kaki dan diketahui memarkir kendaraannya cukup jauh dari lokasi rumah.

Kuasa Hukum terdakwa LT, Benni Hidayat, SH, membenarkan adanya rangkaian kejadian tersebut. Menurutnya, pola kedatangan OTK yang berulang dan dilakukan oleh orang berbeda telah menimbulkan keresahan bagi keluarga kliennya.

“Setidaknya sudah lima kali. Ada yang datang lebih dari sekali dan masuk ke pekarangan rumah klien kami tanpa alasan yang jelas. Terakhir terjadi pada Jumat dan Sabtu lalu, dua hari berturut-turut,” kata Benni saat dikonfirmasi.

Benni juga mengungkapkan bahwa salah seorang kakak terdakwa pernah merasa dibuntuti oleh orang tak dikenal ketika pulang dari kawasan Betungan menuju rumah keluarga mereka.

“Kakaknya sempat diikuti sampai ke gang rumah. Kami tidak mau berspekulasi, tetapi kejadian-kejadian seperti ini muncul sejak perkara ini bergulir dan kembali terulang belakangan,” ujarnya.

Meski demikian, Benni menegaskan pihaknya tidak menuduh pihak tertentu sebagai dalang di balik aksi tersebut. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak dan melakukan penelusuran terhadap identitas orang-orang yang datang ke rumah kliennya.

Namun ia mengingatkan agar tidak ada lagi tindakan yang dapat ditafsirkan sebagai bentuk tekanan atau intimidasi terhadap terdakwa maupun keluarganya.

“Kalau memang ada kepentingan atau urusan dengan klien kami, silakan datang secara terbuka melalui kuasa hukum. Jangan melakukan tindakan-tindakan yang membuat keluarga merasa diawasi atau terintimidasi,” tegasnya.

Benni bahkan melontarkan peringatan keras apabila aksi serupa kembali terjadi.

“Siapa pun yang melakukan tindakan yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa klien kami dan keluarganya, pasti akan kami lawan. Siapa pun itu,” katanya.

LT sendiri saat ini berstatus terdakwa dalam perkara dugaan penggelapan dana milik CV Mandiri Sejahtera. Ia dilaporkan oleh pemilik perusahaan, Aris Setiawan, atas dugaan kerugian perusahaan mencapai Rp3,7 miliar.

Proses persidangan masih berlangsung di pengadilan dengan agenda pemeriksaan saksi. Dalam sejumlah persidangan sebelumnya, tim kuasa hukum terdakwa juga menyoroti legalitas tim audit internal yang digunakan perusahaan sebagai dasar perhitungan kerugian yang didakwakan kepada klien mereka.

Penulis: Ynt/Rls

Editor: Admin

Sebelumnya

Kapolda Bengkulu Sambangi UNIB, Bangun Komunikasi dan Kolaborasi dengan Unsur Akademika

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detak Nusantara News
Alaku
Alaku