Teuku Zulkarnain Kawal Revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai, Target Alur 12 Meter
BENGKULU – Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, memastikan revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai terus dikawal agar tidak berhenti sebatas wacana. Dalam kunjungan kerja ke Pelabuhan Pulau Baai, ia mengungkapkan kedalaman alur pelayaran kini telah mencapai 6,5 meter sesuai target pemerintah. Selanjutnya, Pelindo telah mengajukan proses lelang pengerukan hingga 12 meter sebagai standar internasional agar kapal-kapal besar dapat bersandar di Bengkulu.
Menurut Teuku, jika kedalaman alur melampaui 11 meter, seluruh komoditas unggulan Bengkulu, mulai dari batu bara, kelapa sawit, kopi, karet, hingga hasil perikanan, dapat diekspor langsung melalui Pelabuhan Pulau Baai. Langkah itu diyakini akan memangkas ketergantungan terhadap pelabuhan di luar daerah dan memperkuat daya saing ekonomi Bengkulu.
Ia juga menyoroti kerusakan jalan akses pelabuhan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Berdasarkan penjelasan Pelindo, perbaikan jalan telah memasuki proses lelang dan ditargetkan mulai dikerjakan pada September mendatang. Sementara itu, akses alternatif bagi warga juga tengah disiapkan melalui pembangunan jembatan agar aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu oleh sistem buka-tutup jalan pelabuhan.
Teuku menegaskan revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai dengan nilai investasi sekitar Rp1 triliun harus benar-benar direalisasikan. Menurutnya, proyek strategis tersebut berpotensi menjadikan Pelabuhan Pulau Baai sebagai pelabuhan terbesar kedua di Indonesia setelah Tanjung Priok, sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bengkulu hingga mendekati target nasional dan membuka ribuan lapangan kerja.
Namun, ia mengingatkan masih ada pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan, yakni percepatan revisi RTRW agar kawasan pelabuhan dapat ditetapkan sebagai kawasan industri. Status tersebut dinilai menjadi syarat utama masuknya investor besar dan percepatan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Kami tidak ingin proyek ini hanya menjadi deretan janji. Masyarakat sudah terlalu lama menunggu. Semua pihak harus serius mengawal agar revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai benar-benar terwujud dan menjadi motor penggerak ekonomi Bengkulu,” tegas Teuku.
Penulis: Ynt









