Beranda Bengkulu Warga Betungan Keluhkan Air Sumur Berubah, Gudang Garam di Tengah Permukiman Disorot
Bengkulu

Warga Betungan Keluhkan Air Sumur Berubah, Gudang Garam di Tengah Permukiman Disorot

BENGKULU – Warga Kelurahan Betungan, Kota Bengkulu, mengeluhkan perubahan kualitas air sumur yang digunakan masyarakat di sekitar gudang garam yang berada di kawasan permukiman. Warga menyebut air sumur mengalami perubahan rasa, warna, hingga kondisi air yang keruh dan berbuih.

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah warga saat ditemui pada Sabtu (15/8/2026). Mereka meminta pemerintah dan instansi terkait turun langsung untuk memeriksa kondisi air sumur serta aktivitas gudang garam yang lokasinya berdekatan dengan rumah warga.

Salah seorang warga, Siti, mengaku air sumurnya mulai berubah dalam beberapa tahun terakhir. Air yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari kini terasa asin dan pahit sehingga sudah tidak lagi digunakan.

Ia menceritakan, perubahan kondisi air baru benar-benar disadarinya ketika menggunakan air sumur untuk merebus lontong. Setelah proses perebusan, lontong tersebut berubah warna menjadi kekuningan.

“Karena merebus lontong, lontong itu berubah kuning seperti kunyit. Setelah dua sampai tiga kali, baru saya sadar,” ujar Siti.

Sejak saat itu, Siti memilih berhenti menggunakan air sumur dan beralih menggunakan air ledeng. Ia mengatakan sumur tersebut sudah tidak digunakan selama lebih dari tiga tahun.

Siti juga mengaku dirinya bersama suami dan dua anaknya pernah mengalami keluhan gatal-gatal. Namun, ia belum dapat memastikan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan kondisi air sumur.

Sementara itu, warga lainnya, Fatimah, mengaku khawatir karena rumahnya hanya berjarak sekitar 3–4 meter dari gudang garam di wilayah RT 19. Ia telah tinggal di kawasan tersebut sejak tahun 2000 dan masih mengandalkan sumur sebagai sumber air utama karena tidak memiliki akses air ledeng.

Menurut Fatimah, ketika pertama kali tinggal di kawasan tersebut, air sumurnya masih jernih dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, sumur tersebut pernah digunakan warga sekitar ketika mengalami kekeringan.

Namun, perubahan kondisi air pada sejumlah sumur warga membuatnya kini lebih waspada. Ia mengatakan air sumur milik beberapa tetangga disebut sudah keruh dan berbuih sehingga tidak lagi digunakan.

“Saya masih bagus, cuma saya juga tidak berani minum yang sekarang. Tidak tahu rasanya sudah asin atau belum. Yang jelas masih jernih, tetapi saya tidak berani minum,” katanya.

Warga juga menyoroti aktivitas penyimpanan dan keluar-masuk garam dalam jumlah besar di kawasan tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh Fatimah dari sejumlah pekerja angkut, pengiriman garam disebut dapat mencapai sekitar 10 ton atau lebih dalam beberapa kali pengiriman setiap minggu.

Meski demikian, Fatimah menegaskan informasi tersebut bukan hasil pengamatan langsung dari dalam gudang. Ia memperoleh informasi tersebut dari orang yang bekerja sebagai pengangkut garam.

Warga berharap pemerintah melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk terhadap kualitas air sumur, kondisi lingkungan sekitar, serta aspek perizinan dan pengelolaan gudang. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah terdapat hubungan antara aktivitas gudang dengan perubahan kualitas air yang dikeluhkan warga.

Lurah Betungan Minta Dinas Terkait Turun ke Lapangan

Lurah Betungan, Nanto Sinarman, S.T., mengatakan pihak kelurahan belum menerima laporan resmi secara khusus mengenai dugaan pencemaran air sumur tersebut.

Meski demikian, ia berharap persoalan yang telah disampaikan masyarakat segera ditindaklanjuti oleh instansi teknis melalui pemeriksaan langsung di lapangan.

“Kalau dinas terkait sudah turun, biar tahu apa yang harus diperbaiki dan apa yang harus dilakukan kepada pihak pengusaha,” ujar Nanto.

Menurut Nanto, pemeriksaan lapangan penting dilakukan agar kondisi sebenarnya dapat diketahui berdasarkan data dan hasil pengujian, bukan hanya berdasarkan dugaan maupun informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Hingga Sabtu (15/8/2026), pihak kelurahan belum memperoleh informasi resmi mengenai jadwal pemeriksaan atau peninjauan lapangan dari instansi terkait. Koordinasi dengan RT, RW, pihak kelurahan, serta lembaga terkait juga masih diperlukan untuk menentukan langkah selanjutnya.

Warga berharap persoalan air sumur di sekitar gudang garam Betungan tidak berhenti sebagai keluhan. Mereka meminta adanya uji kualitas air dan pemeriksaan terhadap aktivitas gudang untuk memastikan keamanan sumber air masyarakat.

Belum ada hasil pemeriksaan resmi yang menyatakan perubahan kualitas air sumur warga disebabkan aktivitas gudang garam. Dugaan tersebut masih berdasarkan keluhan dan keterangan warga, sehingga diperlukan pemeriksaan serta uji laboratorium oleh instansi berwenang untuk memastikan penyebabnya.

Penulis: Ynt

Sebelumnya

QRISperience Week Bengkulu 2026, Tiket Wisata Sejarah Hanya Rp81 Bayar via QRIS

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detak Nusantara News
Alaku
Alaku