Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Pegadaian dan POGI Bengkulu Periksa 30 Ibu Hamil
BENGKULU — Upaya pencegahan stunting di Provinsi Bengkulu terus diperkuat dengan menyasar periode paling awal kehidupan, yakni sejak masa kehamilan. PT Pegadaian bersama Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Bengkulu menggelar program Merdeka Stunting 2026 dengan memberikan pemeriksaan kesehatan dan edukasi kepada ibu hamil.
Sebanyak 30 ibu hamil yang merupakan nasabah Pegadaian mengikuti kegiatan tersebut di Bengkulu, Rabu (19/8/2026). Para peserta mendapatkan pemeriksaan ultrasonografi (USG) gratis, vitamin, serta edukasi mengenai pemenuhan gizi selama kehamilan dan langkah-langkah pencegahan stunting.
Kepala Pegadaian Syariah Bengkulu, Heriyadi, mengatakan pencegahan stunting membutuhkan intervensi sejak dini dan tidak cukup dilakukan setelah bayi lahir.
“Pencegahan stunting harus dimulai sejak kehamilan dan dilanjutkan sampai anak berusia dua tahun,” ujarnya.

Ia menyampaikan, program Merdeka Stunting 2026 akan terus dikembangkan. Pegadaian berencana memperluas kegiatan serupa melalui kantor-kantor cabang di kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.
Ketua POGI Bengkulu, dr. Taufik Hidayat, mengatakan pemeriksaan kehamilan secara rutin menjadi bagian penting dalam mendeteksi sejak awal kemungkinan gangguan pertumbuhan janin.
“Ini merupakan langkah awal untuk skrining. Jika ditemukan pertumbuhan janin terhambat, akan dilakukan intervensi,” katanya.
Menurutnya, pemeriksaan tersebut memungkinkan kondisi kehamilan dan pertumbuhan janin dipantau secara berkala sehingga risiko gangguan pertumbuhan dapat diketahui lebih cepat.
Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu juga mengingatkan ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan, memenuhi kebutuhan gizi, mengonsumsi tablet tambah darah, serta mendapatkan dukungan dari keluarga.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Sri Nuryanti, menilai ibu hamil memiliki peran penting dalam upaya memutus mata rantai stunting.
“Ibu-ibu hamil juga pejuang. Pejuang untuk memerdekakan generasi dari stunting,” ujarnya.
Berdasarkan data 2024, prevalensi stunting di Provinsi Bengkulu berada di angka sekitar 18,8 persen, sementara prevalensi nasional mencapai 19,6 persen. Pemerintah menargetkan angka stunting nasional dapat ditekan menjadi 14 persen pada 2029.
Kolaborasi Pegadaian dan POGI Bengkulu melalui Merdeka Stunting 2026 diharapkan dapat memperluas akses ibu hamil terhadap pemeriksaan kesehatan sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya gizi dan pemantauan kehamilan.
Dengan intervensi sejak masa kehamilan, risiko gangguan pertumbuhan janin diharapkan dapat dideteksi dan ditangani lebih cepat, sehingga upaya menciptakan generasi Bengkulu yang sehat dan bebas stunting dapat diperkuat.
Penulis: Ynt










