Aliansi Buruh Bengkulu Soroti Upah Bongkar Muat dan Pencabutan 48 SPT Parkir
BENGKULU — Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kota Bengkulu mulai menyuarakan sejumlah persoalan ketenagakerjaan usai dikukuhkan. Aliansi yang terdiri dari sekitar 15 organisasi pekerja dan buruh tersebut menyoroti rendahnya upah bongkar muat hingga persoalan Surat Perintah Tugas (SPT) juru parkir di kawasan Panorama.
Persoalan upah menjadi salah satu perhatian utama. Aliansi menyebut pekerja bongkar muat saat ini menerima sekitar Rp200 untuk setiap satuan pekerjaan. Mereka mendorong agar besaran upah tersebut dibahas melalui mekanisme tripartit yang melibatkan pekerja, pemerintah, dan pengusaha.
Dalam pembahasan awal, aliansi mengusulkan kenaikan upah menjadi sekitar Rp700 hingga Rp1.000 per satuan pekerjaan. Namun, besaran tersebut dinilai perlu ditetapkan melalui kesepakatan bersama dalam forum tripartit.
Selain upah, Aliansi Buruh Bengkulu juga mempertanyakan pencabutan 48 SPT juru parkir di kawasan Panorama. Mereka menyebut SPT lama dicabut dan diganti dengan SPT baru tanpa didahului tahapan surat peringatan, mulai dari SP1, SP2 hingga SP3.

Aliansi juga tengah menelusuri informasi mengenai pihak yang menerima SPT baru. Mereka mendapat informasi bahwa penerima SPT tersebut bukan berasal dari kalangan juru parkir sebelumnya. Namun, informasi itu masih akan dikaji dan diverifikasi secara hukum sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Kami ingin hak buruh kembali kepada buruh dan hak pekerja kembali kepada pekerja,” tegas perwakilan aliansi.
Aliansi menegaskan tidak menutup kemungkinan mengambil langkah lebih tegas apabila persoalan yang disampaikan tidak mendapat respons. Mereka mengklaim memiliki kekuatan massa sekitar 1.500 orang dan membuka peluang mendatangi Pemerintah Kota Bengkulu untuk meminta kejelasan.
Pengukuhan Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kota Bengkulu menjadi momentum memperkuat konsolidasi pekerja. Mereka menyatakan perjuangan akan dilakukan melalui dialog, advokasi hukum hingga aksi penyampaian aspirasi apabila jalur komunikasi tidak menemukan solusi.
Penulis: Ynt











