BI Bengkulu Perkuat UMKM Kopi, 11 Pelaku Usaha Dibina dan Barista Raih Prestasi
BENGKULU — Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu terus memperkuat ekosistem kopi daerah melalui pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Pada 2026, sebanyak 11 pelaku UMKM kopi Bengkulu dengan produk kategori premium dan specialty mendapat pendampingan melalui berbagai program pengembangan yang dijalankan BI.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan bahwa pembinaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga penguatan keterampilan pelaku usaha, termasuk barista.
Sejumlah barista Bengkulu dikirim mengikuti kompetisi di berbagai daerah, seperti Medan dan Jakarta, untuk mengasah kemampuan sekaligus memperluas pengalaman.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Barista Bengkulu mampu meraih prestasi di tingkat regional Sumatera. Salah satunya, Niki, yang bersama tujuh barista lainnya mengikuti kompetisi di Medan dan berhasil meraih predikat juara tingkat regional Sumatera sekaligus barista terbaik.
“Ini modal yang luar biasa. Demikian juga dengan SDM. Mas Niki tadi yang menyajikan kopi, bersama tujuh barista lainnya kami kirim ke Medan. Dia menjadi juara tingkat regional Sumatera dan menjadi barista terbaik,” ujar Wahyu, Selasa (8/9/2026), usai menyaksikan penyajian kopi oleh barista kepada para wartawan di kawasan wisata Danau Mas Harun Bastari, Kabupaten Rejang Lebong.
Wahyu menilai penguatan kapasitas SDM menjadi bagian penting dalam membangun daya saing kopi Bengkulu. Kualitas produk, keterampilan pengolahan, dan kemampuan penyajian perlu berjalan beriringan agar kopi daerah mampu memenuhi kebutuhan pasar premium dan specialty.
Ke depan, BI berharap pembinaan UMKM dan barista dapat terus mendukung peningkatan kualitas, produktivitas, serta kesinambungan produksi kopi Bengkulu. Upaya tersebut juga diharapkan memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha serta petani kopi.
Catatan penyuntingan: Istilah specialty dipertahankan karena merupakan istilah teknis dalam industri kopi. Jika ingin lebih sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, dapat ditulis kopi spesialti.
Penulis: Ynt










