Razia Gabungan di Black Rock Bengkulu, 4 Orang Positif Narkoba dan Temuan Bong di Kamar Hotel Mercure
BENGKULU – Razia gabungan yang digelar Polresta Bengkulu, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bengkulu, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu di sejumlah tempat hiburan malam dan hotel, Jumat (16/10/2026) dini hari, menemukan empat orang positif narkoba berdasarkan hasil tes urine secara acak.
Operasi yang menyasar sejumlah lokasi di Kota Bengkulu tersebut turut menjadi perhatian setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap dua orang di salah satu kamar Hotel Mercure Bengkulu. Dalam pemeriksaan itu, petugas menemukan plastik klip, korek api, serta alat isap bong yang diduga berkaitan dengan penggunaan narkotika.
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat mengatakan, empat orang yang dinyatakan positif narkoba akan menjalani asesmen oleh BNNK Bengkulu untuk menentukan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan.
“Dari hasil beberapa lokasi yang didatangi petugas, empat orang di antaranya positif narkoba dari hasil tes urine yang dilakukan secara acak. Empat orang yang dinyatakan positif akan dilakukan asesmen oleh BNNK Bengkulu,” kata Rahmad, Jumat (16/10/2026).
Empat Orang Positif Narkoba, Pemeriksaan Berlanjut
Hasil tes urine tersebut menjadi salah satu temuan utama dalam razia gabungan yang melibatkan aparat kepolisian, BNNK, dan Satpol PP. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan serta pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan tempat hiburan malam dan hotel.
Selain memeriksa pengunjung di sejumlah lokasi, petugas juga melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap dua orang yang dibawa ke salah satu kamar di Hotel Mercure Bengkulu.
Di lokasi tersebut, petugas menemukan plastik klip, korek api, dan alat isap bong. Meski demikian, belum ada keterangan resmi mengenai jenis zat yang terdeteksi dalam tes urine maupun hasil pemeriksaan terhadap barang-barang yang diamankan.
Karena itu, temuan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kaitannya dengan dugaan penyalahgunaan narkotika.
Asal-usul Barang yang Ditemukan Masih Didalami
Temuan barang yang diduga berkaitan dengan penggunaan narkotika di kamar hotel memunculkan pertanyaan mengenai asal-usul barang tersebut dan kemungkinan adanya aktivitas lain yang perlu ditelusuri aparat.
Apakah barang tersebut dibawa sendiri oleh pengunjung atau terdapat pihak lain yang terlibat? Apakah ada indikasi transaksi maupun peredaran narkotika di lingkungan tempat hiburan malam yang diperiksa?
Pertanyaan tersebut perlu dijawab melalui penyelidikan dan pembuktian oleh aparat berwenang. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi resmi yang memastikan adanya transaksi narkotika ataupun keterlibatan pihak pengelola tempat hiburan dan hotel.
Dengan demikian, temuan dalam razia ini tidak dapat serta-merta dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran oleh pengelola.
Sistem Keamanan Black Rock dan Hotel Mercure Jadi Perhatian
Razia di kawasan tempat hiburan malam Black Rock dan Hotel Mercure Bengkulu turut memunculkan perhatian terhadap sistem pengawasan serta upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan usaha tersebut.
Masyarakat tentu berharap pengelola tempat hiburan malam dan hotel memiliki mekanisme pengawasan yang memadai, termasuk dalam menindaklanjuti aktivitas pengunjung yang mencurigakan sesuai aturan yang berlaku.
Namun, efektivitas sistem keamanan di lokasi tersebut perlu dinilai berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan, bukan sekadar dugaan yang berkembang setelah razia.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Hotel Mercure Bengkulu maupun pengelola Black Rock belum memberikan keterangan resmi terkait hasil operasi gabungan tersebut. Klarifikasi dari kedua pihak diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai sistem keamanan dan langkah pencegahan narkotika yang diterapkan.
Aparat Diharapkan Usut Tuntas
Publik kini menantikan hasil pemeriksaan lanjutan terhadap empat orang yang dinyatakan positif narkoba serta pendalaman mengenai barang-barang yang ditemukan di kamar hotel.
Jika ditemukan bukti yang mengarah pada penyalahgunaan, transaksi, atau peredaran narkotika, aparat diharapkan menindaklanjutinya sesuai ketentuan hukum. Sebaliknya, apabila tidak ditemukan bukti keterlibatan pihak lain, hasil pemeriksaan juga perlu disampaikan secara jelas agar tidak menimbulkan spekulasi.
Aspek pengawasan dan perizinan tempat usaha juga dapat dievaluasi apabila ditemukan bukti adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku. Namun, pemberian sanksi harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan bukti yang sah, bukan semata-mata karena terdapat pengunjung yang positif narkoba.
Razia gabungan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan terhadap tempat hiburan malam dan hotel di Kota Bengkulu. Masyarakat berharap operasi tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan awal, tetapi juga diikuti penanganan yang transparan dan profesional apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
Kini, hasil asesmen BNNK Bengkulu dan pendalaman aparat menjadi hal yang ditunggu untuk menjelaskan temuan dalam razia tersebut, termasuk asal-usul barang yang diamankan dan ada atau tidaknya indikasi peredaran narkotika.
Seluruh pihak tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai ada hasil pemeriksaan dan bukti yang memastikan adanya pelanggaran hukum.
Penulis: Ynt











