BI Bengkulu Salurkan Combine Harvester dan Alsintan, Dorong Produktivitas Petani dan Ketahanan Pangan Daerah
BENGKULU – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bengkulu terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian sebagai upaya mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi biaya produksi, serta penguatan ketahanan pangan daerah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), sarana produksi, serta pengembangan usaha produktif yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan bahwa dukungan terhadap sektor pertanian merupakan bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi daerah melalui peningkatan kapasitas produksi, efisiensi usaha, dan pengembangan komoditas unggulan yang berkelanjutan.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah pemberian bantuan combine harvester kepada kelompok atau pelaku usaha pertanian di Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Seluma, dan Kabupaten Mukomuko. Bantuan alat panen modern ini diharapkan dapat mempercepat proses panen padi, meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja, menekan biaya operasional, serta meminimalkan potensi kehilangan hasil panen. Dengan demikian, produktivitas dan daya saing petani padi di Provinsi Bengkulu diharapkan semakin meningkat.
Selain combine harvester, KPw BI Provinsi Bengkulu juga memberikan dukungan berupa traktor besar, hand tractor, dan kultivator untuk mendorong modernisasi kegiatan budidaya tanaman pangan, khususnya padi, serta pengembangan komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah. Pemanfaatan alsintan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengolahan lahan, mempercepat proses tanam, dan mendukung peningkatan kapasitas produksi pertanian secara berkelanjutan.
Tidak hanya pada sektor budidaya, dukungan Bank Indonesia juga diarahkan pada penguatan hilirisasi komoditas unggulan daerah. Untuk sektor kopi, bantuan sarana pengolahan berupa colour sorter dan mesin roasting diharapkan dapat meningkatkan kualitas, konsistensi mutu, dan nilai tambah produk kopi lokal sehingga memiliki daya saing yang lebih baik di pasar.
Di sisi lain, melalui pengembangan wakaf produktif, KPw BI Provinsi Bengkulu turut mendorong penguatan kegiatan usaha berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini mencakup budidaya ayam petelur, pengembangan buah dan sayuran, serta budidaya cabai merah. Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan masyarakat, memperkuat kemandirian usaha, sekaligus mendukung ketersediaan pasokan pangan daerah.
Berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia dalam mendukung penguatan sektor riil, meningkatkan produktivitas usaha pertanian, dan mendorong pengembangan ekonomi daerah melalui peningkatan kapasitas produksi serta nilai tambah komoditas unggulan.
Ke depan, sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, kelompok tani, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan terkait menjadi faktor penting untuk memastikan bantuan dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Melalui penguatan mekanisasi pertanian, pengembangan hilirisasi, dan pemberdayaan ekonomi produktif, sektor pertanian Provinsi Bengkulu diharapkan semakin tangguh, berdaya saing, serta mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan ketahanan pangan.
Penulis: Ynt









