Basarnas Bengkulu Gelar Vertical Rescue Simulation 2026 di Bencoolen Mall, Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Gempa Bumi
BENGKULU – Meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana gempa bumi di wilayah pesisir, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu berkolaborasi dengan manajemen Bencoolen Mall menggelar kegiatan Vertical Rescue Simulation 2026 di Bencoolen Mall, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah konkret Basarnas Bengkulu dalam memperkuat kemampuan penanganan kondisi darurat, khususnya penyelamatan dan evakuasi korban gempa bumi di gedung bertingkat maupun lokasi yang sulit dijangkau.
Simulasi tersebut juga bertujuan meningkatkan kapasitas dan kesiapan Internal Rescue Team (IRT) Bencoolen Mall agar mampu memberikan respons cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika terjadi situasi darurat di lingkungan pusat perbelanjaan.
PIC Penanganan Gempa Bumi Bencoolen Mall dari Basarnas Bengkulu, Siam Joyo, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan pembekalan kepada personel IRT sejak pukul 09.00 WIB. Materi yang diberikan mencakup pengenalan prosedur keadaan darurat, teknik pembidaian korban, serta tahapan penanganan dan evakuasi saat terjadi gempa bumi.
“Pembekalan ini diberikan agar tim internal memiliki pemahaman dan kemampuan dasar dalam menghadapi situasi darurat. Setelah materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan gempa bumi dan penyelamatan korban,” jelas Siam Joyo.

Dalam skenario Vertical Rescue Simulation 2026, gempa bumi disimulasikan terjadi ketika aktivitas pengunjung dan operasional Bencoolen Mall sedang berlangsung. Sejumlah korban digambarkan mengalami kondisi darurat di beberapa lantai gedung, mulai dari lantai dasar hingga lantai dua.
Mengikuti prosedur keselamatan, tim IRT Bencoolen Mall langsung melakukan penanganan awal dan evakuasi terhadap korban. Namun, terdapat satu korban yang disimulasikan terjebak di lokasi sulit dijangkau sehingga memerlukan bantuan tim penyelamat profesional.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Basarnas Bengkulu menerjunkan personel rescue untuk melaksanakan operasi penyelamatan menggunakan teknik vertical rescue dengan sistem tali-temali. Teknik ini digunakan untuk mengevakuasi korban dari ketinggian atau area yang memiliki akses terbatas menuju titik aman.
Siam Joyo menegaskan, latihan kesiapsiagaan seperti ini penting dilaksanakan secara berkala mengingat Provinsi Bengkulu merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi ancaman gempa bumi dan tsunami.
Menurutnya, kesiapan menghadapi bencana harus dibangun melalui latihan berkelanjutan, peningkatan keterampilan personel, serta penguatan koordinasi antara Basarnas dan berbagai pihak terkait.
“Latihan ini merupakan langkah antisipasi agar ketika terjadi gempa bumi, seluruh personel sudah memahami tugas dan prosedur penyelamatan. Mengingat Bengkulu berada di kawasan pesisir, simulasi seperti ini perlu dilaksanakan secara rutin,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Operasional Bencoolen Mall, Suharto, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Basarnas Bengkulu dalam meningkatkan kemampuan tim tanggap darurat internal di lingkungan pusat perbelanjaan.
Ia menilai kegiatan tersebut sangat penting untuk memastikan seluruh personel memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat, termasuk gempa bumi dan potensi tsunami.

Manajemen Bencoolen Mall juga terus memperkuat standar keselamatan gedung melalui pemeliharaan dan peningkatan kesiapan sarana proteksi kebakaran, seperti alat pemadam api ringan (APAR) dan hidran.
Selain peningkatan fasilitas keselamatan, kerja sama dengan Basarnas Bengkulu diharapkan dapat memperkuat kemampuan personel dalam melakukan tindakan awal, penanganan korban, serta proses evakuasi secara aman dan terukur.
Melalui pelaksanaan Vertical Rescue Simulation 2026, Basarnas Bengkulu berharap kemampuan dan kesiapsiagaan tim IRT Bencoolen Mall semakin meningkat. Dengan demikian, seluruh personel dapat bertindak cepat, tepat, dan sesuai prosedur apabila menghadapi situasi darurat yang sebenarnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Basarnas Bengkulu membangun budaya sadar keselamatan dan kesiapsiagaan bencana di tengah masyarakat, serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan penanganan kedaruratan yang profesional, responsif, dan terkoordinasi.
Penulis: Ynt











