Beranda Bengkulu BEM UNIB Siapkan Konsolidasi Jelang Aksi 10 November, Soroti Tiga Tuntutan Rakyat
Bengkulu

BEM UNIB Siapkan Konsolidasi Jelang Aksi 10 November, Soroti Tiga Tuntutan Rakyat

BENGKULU – Rencana aksi unjuk rasa yang mengangkat tiga tuntutan rakyat atau Tritura pada 10 November 2026 mulai mendapat perhatian di Kota Bengkulu. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Bengkulu (BEM KBM UNIB) dikabarkan tengah mempersiapkan konsolidasi mahasiswa untuk menyikapi sejumlah persoalan nasional.

Berdasarkan hasil pendalaman informasi pada Selasa (3/11/2026), konsolidasi mahasiswa direncanakan berlangsung pukul 21.00 WIB di Masjid Raya Baitul Izzah, Padang Harapan, Kota Bengkulu.

Ketua BEM KBM UNIB Wilayah Bengkulu, Andika, menyampaikan bahwa rencana kegiatan tersebut merupakan inisiatif mahasiswa di daerah. Ia menegaskan, belum ada mandat maupun instruksi dari Ketua Umum Pusat untuk menggelar aksi unjuk rasa di Kota Bengkulu.

Meski demikian, BEM KBM UNIB berencana menggelar gerakan tersendiri sebagai bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam mengawal jalannya pemerintahan dan memastikan kebijakan negara tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Rencana aksi nasional 10 November tersebut membawa tiga tuntutan utama, yakni pemulihan ekonomi, ekologi, pendidikan, dan kesehatan nasional; pemberantasan inkompetensi pejabat negara serta penghapusan rangkap jabatan pejabat publik; dan penegakan supremasi sipil.

Selain itu, hasil kajian Kementerian Politik dan Kajian BEM UINFAS 2026 dalam menyikapi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran turut menyoroti sejumlah persoalan strategis, mulai dari kerusakan lingkungan, ketimpangan pendidikan, lapangan pekerjaan, hingga penegakan hukum dan perlindungan demokrasi.

Dalam kajiannya, mahasiswa menilai persoalan bencana ekologis, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), membutuhkan tanggung jawab negara melalui pencegahan, penegakan hukum, serta pemulihan lingkungan secara menyeluruh.

 

Mahasiswa juga mendorong evaluasi kebijakan anggaran negara, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), agar pelaksanaannya mengedepankan transparansi, efektivitas, ketepatan sasaran, dan kebutuhan masyarakat.

Di sektor pendidikan dan ketenagakerjaan, mahasiswa menuntut pemerataan akses pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang terjangkau, serta penciptaan lapangan pekerjaan yang layak dan berkeadilan.

Sementara dalam aspek demokrasi dan penegakan hukum, mahasiswa mendesak pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), perlindungan kebebasan berpendapat, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia dan supremasi sipil.

Di sisi lain, aparat kewilayahan Kodim 0407/Kota Bengkulu terus melakukan pemantauan perkembangan situasi serta koordinasi dengan pihak kepolisian guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang 10 November.

Pendekatan komunikasi dan pembinaan juga dilakukan kepada organisasi kemahasiswaan agar penyampaian aspirasi berlangsung secara tertib, damai, dan tidak mengarah pada tindakan anarkis.

Hingga Selasa (3/11/2026), waktu dan teknis pelaksanaan aksi di Kota Bengkulu belum ditetapkan secara pasti. Rencana konsolidasi mahasiswa menjadi salah satu perkembangan yang terus dipantau menjelang peringatan Hari Pahlawan.

Catatan redaksi: Narasi ini menempatkan rencana aksi sebagai informasi yang masih berkembang, bukan aksi yang sudah dipastikan berlangsung. Nomor telepon narasumber dan aparat tidak dicantumkan demi menjaga privasi.

Rekomendasi saya: Gunakan judul utama karena memuat kata kunci penting BEM UNIB Bengkulu, konsolidasi mahasiswa, aksi 10 November, dan tuntutan rakyat. Judul ini kuat, aktual, serta tidak mendahului kepastian pelaksanaan aksi.

Penulis: Ynt/rls

Editor: Admin

Sebelumnya

Tim Wasev Tinjau Posko TMMD ke-130 Kodim 0407 Bengkulu, Fokus Percepatan Pembangunan dan Kesejahteraan Warga

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detak Nusantara News
Alaku
Alaku