Beranda Bengkulu Aliansi Reforma Agraria Gelar Aksi di Kantor Gubernur Bengkulu, Tuntut Hentikan Perampasan Tanah
Bengkulu

Aliansi Reforma Agraria Gelar Aksi di Kantor Gubernur Bengkulu, Tuntut Hentikan Perampasan Tanah

BENGKULU – Memperingati Hari Tani Nasional, puluhan massa yang tergabung dalam ,Aliansi Reforma Agraria Sejati Bengkulu menggelar aksi simbolik di Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (24/9/2025) sekitar pukul 10.30 WIB. Sekitar 70 peserta aksi hadir dengan membawa spanduk, pamflet, serta mobil komando untuk menyuarakan penolakan terhadap perampasan tanah rakyat dan kriminalisasi petani.

Aksi dipimpin Julius Tahi Bonar Nainggolan (24), anggota Walhi Bengkulu, yang bertindak sebagai koordinator lapangan. Massa menuntut pemerintah melaksanakan reforma agraria sejati, menghentikan intimidasi dan kriminalisasi terhadap petani, serta mencabut izin-izin korporasi yang dianggap merampas tanah rakyat. Mereka juga mendesak adanya moratorium perizinan perusahaan di Bengkulu.

Sekitar pukul 11.25 WIB, massa tiba di depan Kantor Gubernur untuk berorasi sebelum akhirnya ditemui Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama jajaran pejabat provinsi. Pertemuan audiensi pun berlangsung di dalam kantor, dihadiri Wakil Gubernur Mian, Ketua DPRD Sumardi, Kajati Victor Antonius Saragih Sidabutar, Wakapolda Brigjen Pol Dicky Sondani, dan Kanwil BPN Indera Imanuddin.

Dalam pertemuan itu, sejumlah perwakilan masyarakat dari Seluma, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, hingga Enggano memaparkan konflik yang dialami terkait tumpang tindih HGU, perampasan lahan, hingga ancaman masuknya perkebunan sawit baru. Mereka juga menuntut pemerintah segera melindungi petani dan menindak perusahaan yang melanggar aturan.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Helmi Hasan berjanji menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan. Ia menegaskan pemerintah provinsi siap membentuk tim GTRA yang melibatkan semua pihak untuk mencari solusi konflik agraria. “Silakan sampaikan semua persoalan, saya akan catat dan kita cari jalan keluarnya. Aspirasi dari aktivis lingkungan dan petani akan kita tindaklanjuti bersama,” ujarnya.

Aksi berakhir damai sekitar pukul 13.25 WIB. Meski demikian, para petani dan aktivis menegaskan perjuangan reforma agraria di Bengkulu masih jauh dari selesai, dan momentum Hari Tani Nasional akan terus menjadi pengingat atas pentingnya kedaulatan pangan dan keadilan agraria.(Ynt)

Sebelumnya

Kejati Bengkulu Ungkap Sitaan Rp103 Miliar Korupsi Batu Bara

Selanjutnya

Wakapolda Bengkulu Hadiri Rapat Forkopimda Terkait Pembahasan Reformasi Agraria di Provinsi Bengkulu

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detak Nusantara News
Alaku
Alaku