Beranda Bengkulu BI Bengkulu Pastikan Ketersediaan Uang Tunai dan Stabilitas Harga Pangan Terjaga Selama Ramadan–Idulfitri 1447 H
Bengkulu

BI Bengkulu Pastikan Ketersediaan Uang Tunai dan Stabilitas Harga Pangan Terjaga Selama Ramadan–Idulfitri 1447 H

Wahyu Yuwana Hidayat, memastikan ketersediaan uang kartal dan stabilitas harga pangan di wilayah Bengkulu tetap terjaga selama periode Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.(Foto:ynt,9/3/2026)

BENGKULU — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, memastikan ketersediaan uang kartal dan stabilitas harga pangan di wilayah Bengkulu tetap terjaga selama periode Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.

Melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI), Bank Indonesia memproyeksikan peredaran uang tunai di Provinsi Bengkulu mencapai sekitar Rp2 triliun selama periode Ramadan dan Idulfitri. Nilai tersebut meningkat signifikan dibandingkan rata-rata peredaran uang bulanan yang biasanya berada di kisaran Rp700 miliar, atau sekitar 25 persen dari total peredaran uang tahunan di Bengkulu yang mencapai Rp7,9 triliun.

Wahyu menjelaskan bahwa perkembangan harga barang kebutuhan pokok di Bengkulu saat ini masih dalam batas yang terkendali. Bank Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan di pasar tetap mencukupi selama Ramadan.

Selain itu, Bank Indonesia juga mencermati perkembangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang kerap menjadi perhatian masyarakat menjelang hari besar keagamaan. Menurut Wahyu, komunikasi yang baik dan positif sangat penting dalam menjaga ekspektasi masyarakat terkait ketersediaan energi dan stabilitas ekonomi daerah.

“Sejauh ini berbagai indikator ekonomi menunjukkan tren yang positif. Hal ini terlihat dari meningkatnya mobilitas masyarakat, seperti tiket penerbangan menuju Bengkulu yang mulai habis serta meningkatnya jumlah kunjungan ke daerah,” ujar Wahyu.

Dalam rangka memudahkan masyarakat memperoleh uang Rupiah layak edar, Bank Indonesia Bengkulu membuka layanan kas keliling di 10 titik strategis. Hingga saat ini, 7 titik layanan kas keliling telah terealisasi dan didukung oleh 30 titik layanan penukaran uang di kantor perbankan yang tersebar di seluruh Provinsi Bengkulu.

Beberapa jadwal layanan kas keliling yang akan dilaksanakan antara lain:

10 Maret di Masjid Al-Kahfi

11 Maret di Bandara Fatmawati Soekarno

12 Maret di Rest Area

10–11 Maret layanan penukaran terpadu di View Tower yang juga disertai sosialisasi QRIS serta kegiatan pasar murah

Hingga saat ini tercatat sekitar 6.000 masyarakat telah melakukan penukaran uang dengan total nilai mencapai sekitar Rp4 miliar dari target awal sebesar Rp31 miliar. Bank Indonesia memperkirakan jumlah penukar uang dapat meningkat hingga 12.000–13.000 orang dengan total perputaran uang diproyeksikan mencapai Rp67 miliar hingga akhir periode Ramadan.

Selain memastikan kelancaran distribusi uang Rupiah, Bank Indonesia Bengkulu juga menghadirkan inovasi dalam pengelolaan limbah uang kertas tidak layak edar. Melalui kerja sama dengan PLN Nusantara Power, limbah racikan uang kertas (LURK) kini dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk pembangkit listrik.

Limbah uang kertas tersebut memiliki nilai kalor sekitar 4.000 kalori, mendekati kualitas batu bara yang berkisar 5.000 kalori, sehingga berpotensi menjadi sumber energi alternatif yang efisien.

“Bank Indonesia Bengkulu telah mengirimkan sekitar 9 ton limbah uang kertas untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Setiap 1 kilogram limbah uang kertas dapat menghasilkan energi listrik sekitar 1 kWh. Ini merupakan langkah nyata agar uang yang sudah tidak layak edar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Wahyu.

Melalui berbagai program tersebut, Bank Indonesia Bengkulu tidak hanya berfokus pada menjaga stabilitas sistem pembayaran dan peredaran uang Rupiah, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan serta pengembangan energi alternatif.

Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan penukaran uang melalui kanal resmi serta menggunakan transaksi pembayaran digital seperti QRIS guna mendukung sistem pembayaran yang aman, efisien, dan inklusif.

Jika kamu mau, saya juga bisa buat 3–5 alternatif judul yang lebih “ramah Google News” dan menarik untuk media online, karena biasanya humas menyiapkan beberapa pilihan judul untuk redaksi media.

Sebelumnya

OJK: Ketahanan Perbankan Tetap Solid Meski Tekanan Ekonomi Global Meningkat

Selanjutnya

Kabar Dugaan OTT KPK di Bengkulu, Bupati Rejang Lebong dan Sejumlah Pihak Disebut Diamankan

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detak Nusantara News
Alaku
Alaku