BLINC 3.0 Resmi Dimulai, BI Bengkulu Dorong Proyek Investasi Siap Tawar
BENGKULU – Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu resmi menggelar Kickoff dan Capacity Building Bencoolen Investment Challenge (BLINC) 3.0 Tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat kualitas proyek investasi daerah.
Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, ini menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya proyek-proyek unggulan yang siap ditawarkan (ready to offer) kepada investor, baik nasional maupun global.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menegaskan bahwa penguatan investasi daerah menjadi faktor kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global.
“Di tengah tantangan ekonomi global, Bengkulu tetap menunjukkan kinerja positif. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret untuk meningkatkan daya saing investasi melalui proyek yang berkualitas dan siap eksekusi,” ujarnya.
Berdasarkan data BI, sepanjang 2022 hingga 2025 telah teridentifikasi 37 potensi proyek investasi di 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu. Melalui BLINC 3.0, proyek-proyek tersebut akan diperkuat dari sisi kelayakan, kesiapan implementasi, serta daya tarik investasi.
Program ini juga menekankan pentingnya kesiapan daerah, mulai dari aspek perizinan, ketersediaan lahan, hingga dukungan kebijakan yang terintegrasi. Hal ini dinilai krusial untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap proyek yang ditawarkan.
Pada tahap awal, sebanyak 13 proposal proyek telah diajukan oleh pemerintah kabupaten/kota, mencakup sektor strategis seperti agribisnis, industri pengolahan, hingga pariwisata.
Seluruh proposal akan melalui proses inkubasi dan kurasi oleh Tim Regional Investor Relations Unit (RIRU) bersama mitra strategis seperti PwC Indonesia, Bappenas, dan BKPM, guna memastikan standar internasional terpenuhi, termasuk penerapan kerangka 5 Case Model.
Ke depan, akan dipilih lima proyek terbaik (top 5), dengan dua proyek unggulan mendapatkan pendampingan intensif hingga penyusunan studi kelayakan (feasibility study) agar benar-benar siap dipasarkan kepada investor.
Melalui BLINC 3.0, Bank Indonesia berharap dapat mempercepat realisasi investasi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang inklusif dan berkelanjutan.
Penulis: Ynt











