Beranda Bengkulu BRIEF 2026, Strategi BI Bengkulu Tarik Investor Asing dan Perluas Pasar Ekspo
Bengkulu

BRIEF 2026, Strategi BI Bengkulu Tarik Investor Asing dan Perluas Pasar Ekspo

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, bersama investor asing dalam kegiatan BRIEF 2026 untuk memperkuat kerja sama investasi dan perdagangan serta mendorong potensi unggulan Bengkulu menembus pasar internasional.

BENGKULU – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bengkulu memperkuat promosi investasi dan perdagangan melalui penyelenggaraan Bengkulu Regional Investment and Economic Forum (BRIEF) 2026. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jejaring bisnis internasional, menarik minat investor asing, serta mendorong realisasi investasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu.

Hingga 2026, realisasi investasi Provinsi Bengkulu tercatat sebesar Rp2,285 triliun atau 49,77 persen dari target Rp5,70 triliun. Kondisi tersebut menjadi salah satu pendorong penguatan strategi promosi investasi dengan mengoptimalkan potensi unggulan daerah menjadi peluang usaha yang konkret dan menarik bagi investor.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan BRIEF 2026 yang digelar bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu di salah satu hotel di Kota Bengkulu, Senin (12/10/2026).

Menurut Wahyu, BRIEF merupakan forum strategis untuk mempertemukan pemerintah daerah, pemilik proyek, investor, dan pelaku usaha dalam menjajaki peluang kerja sama di sektor investasi, perdagangan, dan pariwisata.

“Promosi investasi harus mampu mempertemukan potensi daerah dengan kebutuhan investor. Karena itu, peluang yang ditawarkan harus disiapkan secara konkret agar penjajakan kerja sama dapat berlanjut menjadi realisasi investasi,” ujar Wahyu.

Melalui forum ini, BI Bengkulu bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mendorong perluasan jejaring bisnis lintas negara. Sejumlah investor dari Malaysia, Pakistan, dan Jepang dilibatkan dalam forum tersebut. Penjajakan kerja sama turut menyasar calon investor dan pembeli dari negara lain, termasuk Belarus, Palestina, dan Tunisia.

Keterlibatan investor internasional diharapkan membuka peluang kemitraan baru, memperluas akses pasar produk unggulan daerah, serta meningkatkan daya tarik Bengkulu sebagai tujuan investasi dan perdagangan.

Wahyu menegaskan bahwa investasi dan perdagangan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, promosi investasi perlu didukung kesiapan proyek yang layak ditawarkan, kepastian perizinan, serta sinergi lintas sektor agar peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti secara optimal.

Melalui BRIEF 2026, BI Bengkulu terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi Bengkulu, memperluas peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Penulis: Ynt

Sebelumnya

Kapolri Pimpin Sertijab Kakorlantas dan Tiga Kapolda di Mabes Polri

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detak Nusantara News
Alaku
Alaku