DPRD Bengkulu Soroti Sawit di Sempadan Sungai, Dorong Pemulihan Lingkungan
BENGKULU — Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Ir. H. Darmawansyah, menyoroti kondisi lingkungan di Provinsi Bengkulu yang dinilai perlu mendapat perhatian serius, khususnya kerusakan daerah aliran sungai (DAS) dan kawasan pesisir akibat aktivitas perkebunan serta abrasi.
Darmawansyah mengatakan, agenda pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim harus dibarengi dengan pengelolaan lingkungan yang lebih tegas dan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan tidak boleh mengorbankan fungsi ekologis sungai, kawasan resapan air, dan lingkungan pesisir.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah keberadaan perkebunan kelapa sawit yang berada di sekitar sempadan sungai. Ia menilai, penanaman sawit hingga mendekati badan sungai dapat mengurangi fungsi vegetasi sebagai penyangga dan kawasan tangkapan air.
“Pembangunan berkelanjutan itu bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi juga untuk anak cucu kita,” tegas Darmawansyah.
Ia juga menyinggung langkah Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang telah masuk ke Bengkulu untuk melakukan penertiban terkait persoalan kawasan. Menurutnya, langkah tersebut perlu didukung dengan pengawasan dan penegakan aturan yang konsisten.
Darmawansyah turut mengapresiasi langkah Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang sebelumnya mengambil tindakan terhadap tanaman sawit yang berada di kawasan sempadan sungai milik PT SIL. Menurutnya, langkah tersebut menjadi contoh penting bahwa perlindungan lingkungan membutuhkan keberanian dan ketegasan pemerintah.
Selain persoalan perkebunan, ia menyoroti kerusakan sungai dan pesisir Bengkulu akibat abrasi yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Karena itu, upaya pemulihan lingkungan harus dilakukan secara terpadu melalui penanaman kembali vegetasi di kawasan sempadan sungai, penguatan daerah tangkapan air, serta pembangunan infrastruktur pengelolaan sumber daya air.
Sebagai anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Darmawansyah mengaku telah mendorong Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII agar lebih aktif memperhatikan pembangunan dan pengelolaan irigasi sekaligus mendukung penghijauan di sepanjang kawasan sungai.
Ia menegaskan, pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim harus diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan. Perlindungan DAS, pemulihan kawasan kritis, penghijauan sempadan sungai, dan pengendalian aktivitas perkebunan menjadi bagian penting untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan di Bengkulu.
Penulis: Ynt









