Beranda Bengkulu Empat Anak, Satu Gerobak, dan Perjuangan Seorang Ayah
Bengkulu

Empat Anak, Satu Gerobak, dan Perjuangan Seorang Ayah

LR, pencari barang bekas, bersama empat anaknya saat ditemui Kepala Satpol PP Kota Bengkulu di kawasan Simpang Lima, Kamis (21/8/2026).

BENGKULU — Di tengah hiruk-pikuk Jalan Suprapto, Kota Bengkulu, sebuah pemandangan sederhana menyentuh perhatian Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang saat menjalankan patroli rutin.

Di Simpang Lima sisi Smart City, ia menemukan seorang pria paruh baya tengah berhenti bersama empat anaknya. Gerobak yang sehari-hari menjadi tumpuan hidup mereka terparkir di pinggir jalan. Sang ayah bersama keempat buah hatinya sibuk menyusun barang-barang bekas yang dikumpulkan dari perjalanan mereka.

Pria itu berinisial LR, warga Desa Pasar Pedati, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Di balik gerobak sederhana tersebut, tersimpan kisah perjuangan yang tak sederhana.

Saat disambangi, LR mengaku kini harus mengurus dan membesarkan keempat anaknya seorang diri. Tiga bulan terakhir menjadi masa yang berat bagi keluarga kecil itu setelah sang istri meninggalkan mereka.

Sejak saat itu, LR menjalani hari-hari dengan mengandalkan pekerjaan sebagai pencari barang bekas keliling. Gerobak menjadi kendaraan sekaligus tempat membawa hasil pencariannya. Empat anaknya pun tak jauh dari sang ayah, mengikuti perjalanan hidup yang serba terbatas.

Tak banyak yang bisa dibawa pulang setiap hari. Apa pun yang masih memiliki nilai dari barang-barang bekas menjadi harapan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Di balik lelahnya mendorong gerobak, LR tetap berusaha memastikan anak-anaknya berada di sisinya. Bagi mereka, perjalanan mencari barang bekas bukan sekadar mencari nafkah, tetapi cara seorang ayah mempertahankan keluarganya setelah kehilangan tempat bergantung.

Pertemuan singkat itu memperlihatkan sisi lain kehidupan yang kerap luput dari perhatian. Di jalanan yang ramai, ada seorang ayah yang terus berjalan, membawa empat anaknya sekaligus membawa harapan agar esok mereka masih bisa makan dan bertahan.

Gerobak tua itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi LR dan keempat anaknya, gerobak tersebut adalah simbol perjuangan—tempat menggantungkan hidup, menyimpan barang bekas, sekaligus membawa mereka menjemput masa depan.

Penulis: Ynt

Sebelumnya

Momen Istimewa Hari Juang Polri, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri

Selanjutnya

SIMPEDA Nasional 2026 Digelar di Bengkulu: Momentum Promosikan Potensi Daerah ke Indonesia

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detak Nusantara News
Alaku
Alaku