Inflasi Mei 2026 Capai 3,01 Persen, Harga Pangan dan Emas Perhiasan Jadi Pemicu Utama
BENGKULU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Mei 2026 sebesar 3,01 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,41. Data tersebut menunjukkan harga barang dan jasa secara umum di Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, menjelaskan bahwa inflasi tahunan terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
“Pada Mei 2026, Provinsi Bengkulu mengalami inflasi tahunan sebesar 3,01 persen. Kenaikan harga masih didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 6,07 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,27 persen,” ujar Win Rizal dalam Berita Resmi Statistik (BRS), Selasa (2/6/2026).
Secara wilayah, inflasi tahunan di Kabupaten Mukomuko tercatat sebesar 3,35 persen dengan IHK 110,48, sedangkan Kota Bengkulu mengalami inflasi sebesar 2,90 persen dengan IHK 110,38.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS, sejumlah kelompok pengeluaran turut memberikan andil terhadap inflasi tahunan, di antaranya pakaian dan alas kaki sebesar 1,87 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,24 persen, transportasi sebesar 3,04 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,09 persen, serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,85 persen.
Sementara itu, kelompok pendidikan menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi tahunan sebesar 9,55 persen.
Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, cabai merah, angkutan udara, Sigaret Kretek Mesin (SKM), ikan dencis, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, sepeda motor, dan beras. Adapun komoditas yang menahan laju inflasi atau menjadi penyumbang deflasi meliputi biaya sekolah menengah atas, santan segar, bawang putih, tarif rumah sakit, dan bensin.
Selain inflasi tahunan, BPS Provinsi Bengkulu juga mencatat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Mei 2026 sebesar 0,86 persen. Kenaikan harga secara bulanan terutama dipicu oleh meningkatnya harga cabai merah, angkutan udara, minyak goreng, terong, bahan bakar rumah tangga, tomat, cabai rawit, bawang merah, kacang panjang, dan beras.
Menurut Win Rizal, stabilitas pasokan dan kelancaran distribusi komoditas strategis menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi tetap terkendali.
“Pemantauan perkembangan harga dan pasokan komoditas strategis perlu terus dilakukan guna menjaga stabilitas inflasi dan daya beli masyarakat, terutama menjelang periode peningkatan permintaan,” pungkasnya.
Penulis: Ynt










