KONI Bengkulu Bidik 6 Emas di PON 2028, Bangkit dari Peringkat 37
BENGKULU — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu mulai mematangkan strategi pembinaan atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Setelah hanya berada di peringkat ke-37 dari 38 provinsi pada PON Aceh dengan raihan enam medali perunggu, KONI Bengkulu kini menargetkan masuk 25 besar nasional dengan sedikitnya enam medali emas.
Ketua KONI Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, mengatakan target tersebut merupakan sasaran realistis yang dibangun melalui pembinaan atlet secara lebih terukur sejak jauh hari.
“Targetnya 25 besar. 25 besar ini setara dengan lima sampai enam emas. Itu minimal enam emas,” ujar Teuku Zulkarnain dalam acara Copy Morning di Kantor KONI Bengkulu, Kamis (27/8/2026).
Menurut Teuku, persiapan menuju PON 2028 tidak bisa dilakukan secara mendadak. Karena itu, KONI Bengkulu telah mulai memasukkan atlet-atlet yang direkomendasikan cabang olahraga (cabor) ke dalam program pembinaan.
Atlet dan pelatih yang masuk program pembinaan mendapatkan honor rutin. Kebijakan tersebut dilakukan agar atlet dapat lebih fokus menjalani latihan tanpa terbebani persoalan ekonomi.
“Urusan kebutuhan hidup dan lain-lain itu urusan KONI. Urusan kamu hanya latihan dan memberikan prestasi yang terbaik untuk PON nanti,” tegasnya.
Atlet Diminta Fokus Latihan, KONI Siapkan Kebutuhan
Teuku mengatakan pembinaan atlet bukan hanya menyangkut program latihan, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar atlet terpenuhi. KONI bahkan mengambil langkah dengan memberikan pekerjaan kepada sejumlah atlet yang menghadapi persoalan ekonomi.
Menurutnya, atlet yang telah dipilih untuk masuk pembinaan harus memiliki satu fokus utama, yakni berlatih dan meningkatkan prestasi.
KONI juga membentuk tim monitoring yang bertugas memantau perkembangan atlet secara rutin. Pemantauan dilakukan setiap hari untuk memastikan program latihan berjalan sesuai target.
“Tim monitoring memantau terus atlet ini setiap hari, Sabtu, Minggu. Kalau mereka malas latihan, support anggaran ini stop,” kata Teuku.
Ia menegaskan dukungan pembinaan harus diikuti dengan komitmen atlet. Anggaran diberikan sebagai bagian dari investasi prestasi, sehingga atlet juga dituntut menunjukkan keseriusan dalam menjalani program.
KONI Bengkulu Berupaya Tarik Atlet Berprestasi
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian KONI Bengkulu adalah banyaknya atlet asal Bengkulu yang sebelumnya memilih membela provinsi lain karena persoalan kesejahteraan.
Teuku mencontohkan sejumlah atlet asal Bengkulu yang pernah meraih prestasi ketika memperkuat daerah lain. Kondisi tersebut kini ingin diubah dengan memberikan perhatian dan jaminan yang lebih baik kepada atlet.
“Kita mulai tarik kembali anak-anak Bengkulu yang punya prestasi dan sebelumnya membela provinsi lain,” ujarnya.
KONI juga membuka ruang bagi atlet berprestasi untuk mendapatkan masa depan setelah menjalani karier olahraga. Sejumlah peluang disiapkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan serta institusi TNI dan Polri.
Langkah tersebut dinilai penting agar atlet tidak mengalami kesulitan ekonomi setelah memberikan prestasi bagi daerah.
Anggaran KONI Diprioritaskan untuk Atlet dan Pelatih
Di tengah pembinaan yang semakin intensif, Teuku memastikan penggunaan anggaran KONI Bengkulu diarahkan untuk kepentingan olahraga, khususnya atlet dan pelatih.
“Komitmen bersama kami bahwa seluruh dana yang ada di KONI itu hanya buat atlet dan pelatih. Tidak ada buat yang lain,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan mengikuti mekanisme pemerintah daerah. Pencairan dana harus melalui sejumlah tahapan administrasi dan verifikasi.
Menurutnya, proses tersebut membutuhkan waktu karena penggunaan anggaran sebelumnya harus dipertanggungjawabkan terlebih dahulu sebelum pencairan berikutnya dilakukan.
Teuku menegaskan KONI terbuka terhadap pengawasan, termasuk dari aparat penegak hukum maupun kalangan media.
Target 25 Besar Dinilai Realistis
KONI Bengkulu tidak memasang target terlalu tinggi tanpa mempertimbangkan kondisi anggaran daerah. Target masuk 25 besar PON 2028 dengan sedikitnya enam emas dinilai sebagai sasaran yang realistis.
Teuku mengatakan KONI ingin membangun prestasi Bengkulu secara bertahap. Setelah target 25 besar tercapai, prestasi diharapkan terus meningkat pada penyelenggaraan PON berikutnya.
“Kita realistis di 25 besar. Masuk 25 besar saja dengan mendapatkan lima atau tujuh medali, kita sudah alhamdulillah,” katanya.
Namun, dalam hal target medali, Teuku menegaskan KONI tetap membidik emas sebagai sasaran utama.
“Targetnya harus emas. Namanya juara itu cuma satu, emas,” ujarnya.
Dengan pembinaan sejak dua tahun sebelum PON, pemberian honor atlet dan pelatih, pemantauan latihan secara rutin, hingga upaya menjamin masa depan atlet, KONI Bengkulu berharap prestasi olahraga daerah dapat bangkit.
Dari posisi ke-37 pada PON Aceh, Bengkulu kini ingin membuktikan bahwa atlet daerah mampu bersaing di tingkat nasional dan membawa pulang medali emas sekaligus mengangkat nama Bumi Rafflesia.
“Jangan tanyakan apa yang sudah didapat dari Bengkulu, tapi sampaikan apa yang sudah diberikan untuk Bengkulu,” pungkas Teuku.
Penulis: Ynt










