Minggu Kasih di Lubuk Sirih Ilir, Kapolsek Manna Tampung Keluhan Warga soal Kenakalan Remaja
BENGKULU SELATAN – Polri terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui program Minggu Kasih. Kali ini, Kapolsek Manna IPDA Edo Ardo, S.H. turun langsung berdialog bersama masyarakat Desa Lubuk Sirih Ilir, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, untuk mendengarkan berbagai keluhan, masukan, serta persoalan Kamtibmas yang dirasakan warga.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Polres Bengkulu Selatan dan jajaran Polsek untuk menghadirkan Polri yang humanis serta membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat.
Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Kapolsek Manna memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan mereka. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah aktivitas sejumlah anak muda yang kerap nongkrong di kawasan kebun sawit Desa Lubuk Sirih Ilir pada malam hingga dini hari.
Warga bernama Mulyono menyampaikan bahwa aktivitas tersebut cukup meresahkan. Menurutnya, sejumlah anak muda diduga mengonsumsi minuman keras serta menyalahgunakan obat batuk Komix untuk mendapatkan efek memabukkan. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu gangguan Kamtibmas, kenakalan remaja hingga tindak kriminalitas.
Warga juga meminta Kepolisian meningkatkan patroli di sekitar Desa Lubuk Sirih Ilir, khususnya pada malam hingga dini hari yang dinilai menjadi waktu rawan.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Manna IPDA Edo Ardo, S.H. menyampaikan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli di wilayah tersebut. Personel piket akan diarahkan untuk melaksanakan patroli guna mencegah aktivitas mabuk-mabukan dan potensi gangguan Kamtibmas lainnya.
Selain patroli dialogis, kegiatan KRYD (Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan) serta patroli blue light akan diintensifkan pada jam-jam rawan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya tindak pidana sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Kapolsek Manna juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan obat-obatan maupun minuman keras dapat membahayakan kesehatan dan berdampak buruk terhadap masa depan generasi muda. Karena itu, peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak juga dinilai sangat penting.
“Orang tua kami imbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak, sehingga tidak terjerumus dalam penyalahgunaan obat-obatan, minuman keras maupun perilaku yang dapat mengganggu Kamtibmas,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Penulis: Ynt/Rls












