Beranda Nasional OJK: Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global
Nasional

OJK: Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga meski dibayangi ketidakpastian ekonomi global, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta tekanan di pasar energi dan keuangan internasional.

Dalam hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Juli 2026 yang diumumkan Selasa (4/8/2026), OJK menyebut ketahanan sektor keuangan didukung bauran kebijakan fiskal dan moneter yang efektif. Intermediasi perbankan terus menguat, pasar modal menunjukkan pemulihan, sementara kualitas aset lembaga jasa keuangan tetap terkendali.

Kredit perbankan hingga Juni 2026 tumbuh 12,67 persen secara tahunan menjadi Rp9.081 triliun, disertai penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) menjadi 2,09 persen. Di pasar modal, IHSG menguat 10,51 persen sepanjang Juli, sedangkan investor asing kembali mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp1,62 triliun setelah tekanan jual pada bulan sebelumnya.

Di sisi pelindungan konsumen, OJK memperkuat pengawasan dan penegakan hukum. Hingga akhir Juli 2026, Satgas PASTI menghentikan 951 pinjaman online ilegal, 240 investasi ilegal, serta puluhan aktivitas keuangan ilegal lainnya. Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) juga telah memblokir lebih dari 604 ribu rekening yang diduga terkait penipuan dengan total dana korban yang berhasil diamankan mencapai Rp723,7 miliar, termasuk pengembalian dana sebesar Rp204,3 miliar kepada para korban.

OJK juga memperketat pengawasan terhadap praktik perjudian daring dengan meminta perbankan melakukan enhanced due diligence dan pemblokiran terhadap sekitar 36.735 rekening yang terindikasi terkait aktivitas judi online. Selain itu, regulator terus menjatuhkan sanksi administratif kepada pelaku usaha jasa keuangan yang melanggar ketentuan serta mempercepat reformasi sektor keuangan guna menjaga integritas industri dan memperkuat kepercayaan publik.

Menurut OJK, berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.

Penulis: Ynt/Rls

Editor: Admin

Sebelumnya

Acep Nana Harianto Gelar Workshop Pangeran Mangkurajo, Dorong Pelestarian Sejarah Bengkulu

Selanjutnya

Wakapolri Dorong Personel Berinovasi, Bripda Muhammad Putra Aulia Jadi Contoh Nyata

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detak Nusantara News
Alaku
Alaku