Pemerintah Provinsi Bengkulu Buka Pintu Investasi, Target Gerbang Ekonomi Barat Sumatera dalam Forum Bencoolen
BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu secara resmi menggelar Bencoolen Regional Investment and Economic Forum (BRIEF) dengan tema besar “Unlocking Bencoolen’s Future: Bridging Regional Potential for Stronger Growth” di Hotel Mercure Bengkulu, Senin (27/10/2025). Forum yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menjadi ajang strategis untuk menarik investor dan merealisasikan potensi ekonomi daerah.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dan tokoh penting, termasuk Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, S.E., Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, S.Ik, M.Si., Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, para Bupati se-Provinsi Bengkulu, serta perwakilan dari TNI, Kejaksaan, BPK, OJK, pengusaha, dan investor.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting untuk mengubah potensi daerah di sektor pertanian, kelautan, energi terbarukan, dan pariwisata menjadi kekuatan ekonomi nyata.
“Kita ingin mengubah potensi menjadi kekuatan ekonomi nyata, menjadikan Bengkulu sebagai gerbang investasi barat Sumatera, sekaligus mendukung program pemerintah pusat dalam pemerataan pembangunan nasional,” tegas Gubernur Helmi Hasan.
Lebih lanjut, ia menjanjikan komitmen penuh pemerintah provinsi dalam memberikan kemudahan perizinan dan kepastian hukum demi terciptanya iklim investasi yang sehat dan produktif.
Puncak acara ditandai dengan Penandatanganan Kontrak Proyek Investasi Ekspor Bengkulu, sebuah realisasi nyata dari upaya bridging potensi regional.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, mengapresiasi forum tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan arah pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
“Bengkulu memiliki potensi luar biasa di berbagai sektor. Namun, potensi tersebut memerlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat agar dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang nyata,” ujar Filianingsih.
Sebagai otoritas moneter, Bank Indonesia berkomitmen mendukung penguatan ekonomi daerah melalui stabilitas makroekonomi, pengendalian inflasi, percepatan digitalisasi ekonomi, serta pengembangan UMKM dan ekonomi hijau yang produktif. Ia meyakini, Bengkulu mampu menjadi poros pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Sumatera melalui kolaborasi nyata yang dihasilkan dari forum ini.(Ynt)










