Ribuan Mahasiswa Bengkulu Terbantu KIP Kuliah, Sultan Najamudin Perjuangkan Tambahan Kuota 2027
BENGKULU – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Dr. (H.C.) Sultan Baktiar Najamudin, terus memperjuangkan penambahan kuota beasiswa bagi mahasiswa asal Provinsi Bengkulu melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). Upaya ini dilakukan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Komitmen tersebut disampaikan Sultan saat melakukan kunjungan kerja ke Bengkulu, Jumat (9/10/2026). Dalam kunjungan itu, Sultan memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) dan Universitas Terbuka Bengkulu sekaligus menyoroti pentingnya dukungan pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa yang membutuhkan.
Menurut Sultan, keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Karena itu, aspirasi masyarakat, terutama mahasiswa yang membutuhkan bantuan biaya kuliah, terus menjadi perhatian yang diperjuangkannya.
“Begitu banyak aspirasi dari masyarakat Bengkulu, khususnya mahasiswa. Ada di kita mahasiswa-mahasiswi yang secara ekonomi sebenarnya kurang dan sangat membutuhkan program beasiswa. Karena memang kuota beasiswanya terbatas sekali, bayangkan dari seluruh Indonesia berapa banyak yang membutuhkan,” ujar Sultan.
Ribuan Mahasiswa Bengkulu Telah Menerima Bantuan
Sultan mengungkapkan, melalui program aspirasi yang diperjuangkannya, ribuan mahasiswa asal Bengkulu telah memperoleh bantuan pendidikan. Dalam satu bulan terakhir, sekitar 500 mahasiswa kembali mendapatkan alokasi beasiswa terbaru.
“Ini saja program yang baru dapat lagi kemarin. Kalau totalnya ribuan ya, yang sudah kita bawa itu ribuan banyak sekali. Tapi yang terakhir ini kemarin dapat slot terbaru dari aspirasi saya, sekitar lima ratusan kalau enggak salah, dalam sebulan terakhir kemarin,” katanya.
Meski demikian, Sultan menilai jumlah penerima tersebut masih belum sebanding dengan kebutuhan mahasiswa di Bengkulu. Keterbatasan kuota, sementara kebutuhan bantuan pendidikan terus ada, menjadi tantangan dalam memperluas kesempatan kuliah bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Oleh karena itu, Sultan mengaku telah menyampaikan permintaan kepada menteri terkait agar alokasi beasiswa bagi mahasiswa Bengkulu dapat ditambah pada 2027.
“Komitmen kita harus diperbanyak sehingga program beasiswa ini akan sangat meringankan orang tua, karena selain memang biaya kuliahnya ditanggung semua, juga akan mendapatkan uang saku,” ujarnya.
Ia berharap penambahan kuota tersebut dapat memberikan kesempatan kepada lebih banyak mahasiswa Bengkulu untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa harus terlalu terbebani persoalan biaya.
KIP Kuliah Diharapkan Ringankan Beban Orang Tua
Sultan menegaskan, dukungan pembiayaan pendidikan memiliki peran penting dalam membantu keluarga memenuhi kebutuhan kuliah anak-anak mereka. Melalui bantuan pendidikan yang sesuai dengan ketentuan program, mahasiswa diharapkan dapat lebih fokus menjalani perkuliahan dan menyelesaikan studi.
Ia juga menilai perluasan akses beasiswa menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Bengkulu. Kesempatan memperoleh pendidikan tinggi, menurutnya, harus semakin terbuka bagi generasi muda dari berbagai latar belakang ekonomi.
“Poinnya adalah saya ingin di periode saya ini sebanyak mungkin mahasiswa-mahasiswi Bengkulu, termasuk siswa yang program KIP itu, mendapatkan benefit atau mendapatkan manfaat sebanyak-banyaknya,” tegasnya.
Persoalan Data Desil Jadi Kendala Calon Penerima
Selain keterbatasan kuota, persoalan data desil kesejahteraan turut menjadi perhatian dalam proses seleksi calon penerima beasiswa. Sejumlah mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) dilaporkan terkendala karena data kesejahteraan yang tercatat dalam sistem menunjukkan kategori di atas batas yang dipersyaratkan.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi calon penerima yang merasa berasal dari keluarga kurang mampu, tetapi belum memenuhi kriteria berdasarkan data yang digunakan dalam proses seleksi.
Karena itu, ketepatan dan pemutakhiran data kesejahteraan perlu menjadi perhatian agar proses penentuan penerima bantuan dapat mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat secara akurat serta sesuai dengan ketentuan program yang berlaku.
Sultan menegaskan, perjuangan memperluas kuota beasiswa akan terus dilakukan agar semakin banyak mahasiswa asal Bengkulu memperoleh manfaat bantuan pendidikan. Ia berharap dukungan tersebut dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk meraih pendidikan tinggi sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga.
Melalui upaya penambahan alokasi KIP Kuliah dan perhatian terhadap kendala pendataan, akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa Bengkulu diharapkan semakin luas, sehingga keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Penulis: Ynt










