Desak Tuntaskan Kelangkaan BBM dan Janji Kerja, Mahasiswa Gelar Aksi Damai di Bundaran Fatmawati Bengkulu
BENGKULU– Sekitar 25 orang yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Bengkulu menggelar aksi damai di kawasan Simpang Lima Bundaran Fatmawati, Kota Bengkulu, pada Selasa (11/11/2025).
Aksi yang bertepatan dengan momen Hari Pahlawan ini difokuskan untuk menyuarakan kritik dan mendesak Pemerintah Daerah Bengkulu agar segera menuntaskan sejumlah persoalan, terutama terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Aksi yang dikoordinasi oleh Restu Alam, seorang mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Bengkulu (UNIB), ini dimulai dengan titik kumpul di seberang Hotel Sinar Sport Bengkulu sekitar pukul 15.00 WIB. Massa aksi kemudian bergerak ke area Bundaran Fatmawati untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Dalam orasinya, yang diperkuat dengan satu pengeras suara (megafon), massa aksi menyampaikan beberapa tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah. Isu sentral yang disoroti adalah kelangkaan BBM yang terus terjadi di Provinsi Bengkulu.
Tuntutan Mahasiswa Mencakup:
Mendesak Pemerintah untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku penimbunan BBM yang dinilai memperparah situasi kelangkaan.
Mempercepat proses pengerukan Pelabuhan Pulau Baai, yang disebut-sebut menjadi salah satu faktor penghambat distribusi BBM ke wilayah Bengkulu.
Menagih Janji Gubernur Bengkulu yang sebelumnya berikrar akan menuntaskan masalah kelangkaan BBM dalam 100 hari kerja, tetapi janji tersebut hingga kini belum terealisasi.
Mengkritik ketidakmampuan Pemerintah Daerah dalam memastikan distribusi dan pengawasan energi yang efektif, serta menilai pemerintah lebih banyak berbicara daripada bekerja dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Selain isu BBM, massa aksi juga menuntut transparansi dan akuntabilitas pemerintahan atau lembaga publik, termasuk dalam pengelolaan anggaran dan penetapan kebijakan publik yang berdampak pada masyarakat luas. Mereka juga mendesak agar pemerintah daerah dan instansi terkait mempercepat penuntasan program atau janji kerja yang belum terealisasi.
Aksi damai yang berlangsung tertib ini merupakan bentuk peringatan Hari Pahlawan dengan menuntut pemerintah bertindak sebagai “pahlawan” bagi rakyatnya melalui realisasi janji dan penuntasan masalah fundamental yang dihadapi masyarakat, khususnya soal energi. Massa aksi membubarkan diri dari kawasan Bundaran Fatmawati sekitar pukul 17.15 WIB.(Ynt)










