Beranda Bengkulu Aksi Mahasiswa di DPRD Bengkulu Berlangsung Tertib, 300 Personel Amankan Situasi
Bengkulu

Aksi Mahasiswa di DPRD Bengkulu Berlangsung Tertib, 300 Personel Amankan Situasi

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Daerah Bengkulu dan Aliansi Bengkulu menyampaikan aspirasi di depan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Kamis (2/4/2026), dengan pengawalan aparat kepolisian sehingga aksi berlangsung aman dan tertib.

BENGKULU – Aksi unjuk rasa mahasiswa yang digelar BEM SI Daerah Bengkulu bersama Aliansi Bengkulu di depan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Kamis (2/4/2026), berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Sebanyak 300 personel gabungan dari Polresta Bengkulu, Polda Bengkulu, serta jajaran Polsek dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi. Pengamanan dipimpin langsung Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Rahmad Hidayat, dengan menekankan pendekatan profesional dan humanis kepada seluruh personel di lapangan.

Dalam arahannya, Kapolresta menegaskan pentingnya menjaga soliditas dan pelayanan selama pengamanan. Personel diminta tetap satu komando, tidak terpancing situasi, serta mengedepankan sikap persuasif dalam menghadapi massa aksi.

Aksi dimulai dari Masjid Raya Baitul Izzah, kemudian massa bergerak menuju Kantor DPRD Provinsi Bengkulu untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Selama kegiatan berlangsung, arus lalu lintas di sekitar lokasi tetap terkendali berkat pengaturan dari jajaran Satuan Lalu Lintas di bawah kendali AKP Aan Setiawan.

Massa aksi yang dipimpin Ghifar Alfariszy menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya revisi UU Nomor 3 Tahun 2025, pengesahan RUU Perampasan Aset, serta penolakan penempatan TNI aktif di jabatan sipil. Aksi tersebut juga merupakan bentuk respons atas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS di Jakarta Pusat.

Sekitar 100 peserta dari berbagai elemen mahasiswa dan organisasi turut ambil bagian dengan membawa spanduk, bendera, serta mobil komando sebagai sarana penyampaian aspirasi.

Aksi unjuk rasa berakhir sekitar pukul 17.30 WIB dalam kondisi aman dan tanpa insiden berarti. Kondusivitas selama kegiatan berlangsung menunjukkan sinergi yang baik antara aparat keamanan dan peserta aksi dalam menjaga ketertiban umum.

Usai kegiatan, aparat kepolisian bersama massa aksi juga melakukan aksi bersih-bersih di sekitar lokasi. Sampah dan atribut yang tertinggal dikumpulkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan fasilitas publik.

Situasi yang aman dan tertib ini menjadi cerminan pelaksanaan demokrasi yang sehat, damai, dan bertanggung jawab di Provinsi Bengkulu.

Penulis: Ynt

Sebelumnya

Wujud Kepedulian Lingkungan, Kapolresta Bengkulu Pimpin Program ASRI dan GEMPITA Pasca Aksi Unras

Selanjutnya

Respon Cepat Satgas Damai Cartenz, Korban Kekerasan di Paniai Tertangani, Pelaku Diburu Aparat

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detak Nusantara News
Alaku
Alaku