Aqiqah Bosmen Efiseno Meriah, Tradisi Syarafal Anam Hidupkan Adat Lembak
BENGKULU — Nuansa adat dan kekeluargaan begitu terasa dalam acara aqiqah Bosmen Efiseno, putra kedua pasangan Waishak Muh Efiseno, M.Ikom., dan Feronike Agusfriana, S.S.T.Pel. Acara yang digelar di kediaman keluarga di Jalan Danau Panorama, Kota Bengkulu, Minggu (13/9/2026), berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.
Bosmen Efiseno lahir di Kota Bengkulu pada 5 Juni 2025. Ia merupakan anak kedua setelah kakaknya, Keysha Neng Efiseno.
Sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran putranya, keluarga melaksanakan aqiqah dengan menyembelih dua ekor kambing jantan. Prosesi tersebut tidak hanya dikemas dalam nuansa keagamaan, tetapi juga menghadirkan salah satu tradisi khas masyarakat Lembak, yakni Syarafal Anam atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai bedikir.
Lantunan puji-pujian dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW terdengar menggema. Sejumlah pria melantunkannya secara berkelompok dengan irama khas, bersahut-sahutan, disertai tepukan tangan yang dilakukan secara serempak.

Bagi masyarakat Lembak, Syarafal Anam bukan sekadar pertunjukan budaya. Tradisi tersebut merupakan bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Syarafal Anam juga kerap hadir dalam berbagai momentum penting masyarakat, termasuk aqiqah dan pernikahan.
Kehadiran tradisi tersebut dalam acara aqiqah Bosmen menjadi bagian dari ikhtiar keluarga untuk tetap menjaga adat sekaligus memperkenalkan budaya Lembak kepada generasi berikutnya.
Acara tersebut dihadiri tokoh adat, imam, jemaah masjid dan pengajian dari sejumlah kawasan, di antaranya Panorama, Dusun Besar, Jembatan Kecil, Bangkahulu dan wilayah lainnya. Ratusan tamu datang memenuhi kediaman keluarga dalam suasana penuh keakraban.
Sejumlah tokoh dan komunitas juga terlihat hadir, antara lain Kasatpol PP Kota Bengkulu Dr. Sahat Marulitua Situmorang, AP, Ketua MPC Pemuda Pancasila Bengkulu Lissdakarviana, S.E., M.M., rombongan Partai Golkar Kota Bengkulu, FSP KEP SPSI, Ikatan Saudara Bengkulu Bersatu (ISBB), Srikandi Pemuda Pancasila, komunitas RX-King serta para tamu undangan lainnya.
Kehadiran berbagai elemen tersebut sekaligus memperlihatkan eratnya hubungan silaturahmi yang terjalin antara keluarga dengan masyarakat dan berbagai komunitas di Kota Bengkulu.
Aqiqah Sekaligus Mempererat Silaturahmi
Mantan Ketua Adat Bengkulu Abdullah T.T. mengatakan, acara tersebut memiliki makna lebih dari sekadar prosesi aqiqah. Momentum itu juga menjadi ruang bagi keluarga untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkenalkan keluarga kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Abdullah menyampaikan bahwa Waishak Muh Efiseno merupakan putra kedua dari Sarkawi Ahmad. Meski belum fasih berbahasa Lembak, Abdullah menyebut Waishak memiliki darah dan hubungan kuat dengan keluarga Lembak.
Menurut Abdullah, Waishak dalam sekitar dua tahun terakhir lebih banyak menjalani aktivitas di Bengkulu setelah sebelumnya tinggal di Jakarta.
Selama berada di Bengkulu, Waishak juga mulai kembali menjalin hubungan dengan sanak keluarga di sejumlah kawasan, seperti Panorama, Jembatan Besi, Pagar Dewa, Dusun Besar dan wilayah lainnya.
“Kalau mau mengumpulkan seluruh keluarga belum sempat. Nah, inilah saatnya kita bisa berkumpul di sini,” ujar Abdullah.
Ia juga menceritakan keberadaan Seno, ayah Bosmen, yang dalam beberapa waktu terakhir berada di Bengkulu untuk mengurus sejumlah aset keluarga yang sebelumnya belum dikelola secara maksimal.
Perjalanan tersebut kemudian menjadi bagian dari cerita keluarga hingga kelahiran Bosmen Efiseno. Bosmen lahir melalui operasi caesar di RS Tiara Sella Kota Bengkulu.
Seno: Bersyukur Keluarga dan Sahabat Hadir
Seno mengaku bersyukur seluruh rangkaian aqiqah putranya berjalan lancar. Ia juga mengapresiasi kehadiran keluarga, sahabat, tokoh masyarakat serta berbagai komunitas yang turut memberikan dukungan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur acara berjalan sukses dan lancar. Saya juga sangat bahagia dengan banyaknya tamu yang hadir,” kata Seno.
Ia menyebut dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam terselenggaranya acara tersebut, termasuk tim dapur, tim penyembelihan kambing, tim dekorasi Ita Ayat Decorasi serta pihak lain yang ikut membantu sejak persiapan hingga acara selesai.
Seno juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga yang datang dari berbagai daerah untuk menghadiri momentum tersebut, termasuk Kael Oelil Amri dan keluarga, mama Pku, serta Hasbi dan keluarga yang datang dari Riau.
“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan acara ini yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu,” ujarnya.

Kemeriahan acara turut terlihat dari sejumlah papan bunga ucapan selamat yang dikirim berbagai pihak, termasuk dari Kombes Pol M. Hasan, S.I.K., M.H., Dirlantas Polda Bengkulu, serta sejumlah media lokal dan nasional.
Doa untuk Masa Depan Bosmen
Di balik kemeriahan aqiqah, terselip doa besar dari kedua orang tua untuk masa depan Bosmen.
Seno berharap putranya tumbuh menjadi anak saleh, berbakti kepada kedua orang tua, memiliki kehidupan yang baik serta kelak mampu memberikan manfaat bagi agama, keluarga dan masyarakat.
“Harapan saya semoga Bosmen Efiseno menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, menaikkan derajat orang tua dan berguna bagi agamanya. Semoga keluarga saya diberikan keberkahan, kebahagiaan dan dijauhkan dari bahaya apa pun,” tuturnya.
Ia juga berharap seluruh kebaikan keluarga, sahabat dan masyarakat yang diberikan kepada keluarganya mendapat balasan dari Allah SWT.
“Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan orang-orang yang baik terhadap keluarga saya. Aamiin,” ucapnya.
Setelah prosesi aqiqah dan rangkaian adat selesai, para tamu kemudian menikmati hidangan yang disiapkan keluarga, termasuk es cendol dawet Mas Suntoro. Suasana semakin akrab dengan hiburan musik akustik dan sesi foto bersama.
Aqiqah Bosmen akhirnya bukan hanya menjadi ungkapan syukur atas kelahiran seorang anak. Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan keluarga, mempererat silaturahmi dan menghidupkan kembali tradisi Syarafal Anam sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Lembak di Bengkulu.
Penulis: Ynt










