ASN Bengkulu Perkuat Bantu Rakyat, Zakat Profesi Capai Rp800 Juta/Bulan
BENGKULU – Komitmen Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Bengkulu dalam mendukung program unggulan “Bantu Rakyat” terus diperkuat melalui berbagai gerakan sosial berbasis kolaborasi lintas OPD. Program yang digagas Gubernur Helmi Hasan bersama Wakil Gubernur Mian ini tetap berjalan optimal meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan bahwa dukungan ASN menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Hal ini disampaikannya usai memimpin rapat evaluasi bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, Senin (20/4/2026).
Menurut Herwan, evaluasi difokuskan pada penguatan kontribusi ASN terhadap program strategis daerah, termasuk optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak, retribusi, serta penghimpunan zakat dan infak.
Program “Bantu Rakyat” yang dijalankan melalui skema non-APBD kini telah mencakup berbagai kegiatan sosial, seperti sedekah nasi bungkus (Sinabung), zakat profesi ASN, infak harian, hingga program orang tua asuh. Selain itu, pembinaan mental dan spiritual ASN juga diperkuat melalui kegiatan Retret Merah Putih.
Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bengkulu juga tengah mengkaji penerapan zakat sebesar 2,5 persen bagi pelaku usaha sebagai upaya optimalisasi penghimpunan dana sosial keagamaan.
Ketua Baznas Provinsi Bengkulu, Romli bin Ronan, mengungkapkan bahwa zakat profesi dari ASN saat ini telah mencapai sekitar Rp800 juta per bulan. Dana tersebut selanjutnya disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf), mulai dari fakir, miskin, hingga fisabilillah.
Dengan penguatan peran ASN dan sinergi bersama Baznas, program Bantu Rakyat diharapkan semakin luas menjangkau masyarakat serta memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan warga Bengkulu.
Penulis: Ynt









