BI Bengkulu Perkuat Stabilitas Ekonomi di Tengah Tekanan Geopolitik Global 2026
BENGKULU – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu terus memperkuat peran strategisnya dalam menjaga stabilitas aktivitas produksi dan perekonomian daerah di tengah meningkatnya tekanan geopolitik global akibat konflik di Timur Tengah.
Sebagai upaya menjaga ketahanan ekonomi daerah, BI Bengkulu menyelenggarakan sarasehan perekonomian dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Forkopimda Provinsi dan Kabupaten/Kota, organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direktorat Jenderal Pajak (DJP), perbankan, serta media massa.
Kegiatan ini dibuka oleh Asisten II Pemerintah Provinsi Bengkulu, RA Denni, yang menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Ia mengungkapkan bahwa ekonomi Bengkulu tetap menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan sekitar 4,8% (year-on-year) dan diproyeksikan meningkat menjadi 5,1% pada 2026.
Struktur ekonomi Bengkulu masih didominasi sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan perkebunan, yang turut didukung sektor perdagangan, pariwisata, serta ekonomi kreatif. Selain itu, peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga dinilai berhasil menjaga stabilitas inflasi di wilayah tersebut.

Meski demikian, tekanan eksternal mulai dirasakan, terutama pada sektor ekspor yang mengalami perlambatan, walaupun masih mencatatkan surplus. Dalam forum tersebut, narasumber dari BI dan perbankan memaparkan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi mengganggu rantai pasok global, termasuk melalui penutupan jalur strategis seperti Selat Hormuz yang berdampak pada fluktuasi harga energi dan komoditas global.
Kondisi tersebut turut memengaruhi nilai tukar dan stabilitas ekonomi dunia. Namun, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat berkat dukungan kebijakan pemerintah dan langkah-langkah stabilisasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia, termasuk dalam menjaga inflasi dan nilai tukar rupiah.
Secara regional, ekonomi Bengkulu tetap tumbuh meski mengalami moderasi, didukung oleh kinerja komoditas unggulan seperti kelapa sawit. Ke depan, penguatan sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Melalui kegiatan sarasehan ini, Bank Indonesia Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang dialog strategis guna merumuskan kebijakan yang adaptif, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Penulis: Ynt









