Dinkes Kota Bengkulu Imbau Warga Hindari Konsumsi Buah Bekas Gigitan Hewan
BENGKULU – Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak mengonsumsi buah-buahan yang telah digigit atau dimakan hewan, khususnya kelelawar. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah kewaspadaan dini menyusul meningkatnya perhatian publik terhadap potensi penularan virus Nipah yang belakangan ramai diperbincangkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah di wilayah Kota Bengkulu. Namun demikian, upaya pencegahan tetap perlu dilakukan guna melindungi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
“Kita harus melakukan antisipasi sedini mungkin. Kami mengajak masyarakat agar tidak mengonsumsi buah-buahan yang sudah dimakan atau digigit hewan, terutama kelelawar. Meskipun terasa sayang untuk dibuang, kewaspadaan harus diutamakan demi menjaga kesehatan,” ujar Nelli.
Ia menjelaskan bahwa buah yang telah terpapar air liur atau gigitan hewan berpotensi membawa virus maupun bakteri yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih selektif dan berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, terutama buah-buahan yang jatuh atau terbuka di lingkungan sekitar.
Selain imbauan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu juga mengingatkan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Langkah ini dinilai efektif untuk mencegah berbagai penyakit menular, tidak hanya virus Nipah, tetapi juga penyakit lainnya yang dapat mengancam kesehatan masyarakat.
Dinas Kesehatan berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Pencegahan sejak dini melalui pola hidup sehat, kebersihan makanan, serta kewaspadaan terhadap potensi risiko penyakit menjadi kunci utama dalam melindungi masyarakat Kota Bengkulu dari berbagai ancaman kesehatan.(Ynt/rls)









