Beranda Bengkulu Evaluasi Cetak Sawah 2025, Sekda Bengkulu Fokus Tuntaskan Masalah Irigasi
Bengkulu

Evaluasi Cetak Sawah 2025, Sekda Bengkulu Fokus Tuntaskan Masalah Irigasi

BENGKULU – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, memimpin rapat evaluasi Program Cetak Sawah Rakyat 2025 sekaligus membahas percepatan penyelesaian persoalan irigasi yang masih menghambat pemanfaatan lahan pertanian di sejumlah wilayah. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (2/6).

Dalam rapat tersebut, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu melaporkan bahwa Bengkulu memperoleh alokasi Program Cetak Sawah Rakyat seluas 2.200 hektare pada tahun 2025. Dari total tersebut, sebanyak 1.542,57 hektare telah memiliki Survey Investigasi dan Desain (SID), sementara 861,9 hektare telah memasuki tahap konstruksi.

Sejumlah lahan bahkan telah memasuki masa tanam dan panen dengan total luasan mencapai 319,9 hektare yang tersebar di Kabupaten Bengkulu Utara, Seluma, dan Rejang Lebong.

Namun, rapat juga menyoroti kondisi lahan cetak sawah seluas sekitar 572 hektare di Desa Tanjung Gelang, Kabupaten Rejang Lebong, yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal akibat belum tersedianya pasokan air irigasi yang memadai.

Sekda Bengkulu Herwan Antoni menegaskan bahwa keberhasilan program cetak sawah tidak hanya diukur dari luas lahan yang berhasil dibuka, tetapi juga dari kemampuan lahan tersebut untuk produktif dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Sawah sudah dicetak, tetapi air belum mengalir. Ini yang harus segera kita carikan solusinya bersama. Jangan sampai program yang sudah berjalan baik justru dianggap gagal karena persoalan irigasi belum terselesaikan,” tegas Herwan.

Ia meminta seluruh pihak terkait, mulai dari organisasi perangkat daerah, pemerintah kabupaten, Balai Wilayah Sungai (BWS), hingga TNI untuk berkolaborasi mencari solusi terbaik agar kebutuhan air bagi lahan pertanian tersebut dapat segera terpenuhi.

Menurutnya, berbagai langkah telah dilakukan, termasuk pembangunan jaringan perpipaan serta koordinasi intensif dengan pemerintah pusat. Meski demikian, masih diperlukan kajian teknis lanjutan guna memastikan distribusi air dapat menjangkau kawasan sawah yang memiliki kondisi kontur dan topografi tertentu.

Pemerintah Provinsi Bengkulu juga telah mendapatkan dukungan tambahan dari pemerintah pusat untuk penyempurnaan jaringan perpipaan guna mendukung keberlanjutan program cetak sawah.

Sementara itu, perwakilan Kodim menyatakan kesiapan mendukung penuh penyelesaian persoalan irigasi dan menilai keterlibatan tenaga ahli hidrologi serta penguatan sistem perpipaan menjadi langkah penting agar solusi yang diterapkan sesuai dengan kondisi lapangan.

Selain mengevaluasi capaian Program Cetak Sawah Rakyat 2025, rapat juga membahas rencana pengembangan cetak sawah tahun 2026. Bengkulu mendapatkan indikasi alokasi lahan baru seluas 5.000 hingga 6.000 hektare dari Kementerian Pertanian dan saat ini masih menunggu usulan lokasi dari kabupaten/kota untuk penyusunan Survey Investigasi dan Desain (SID).

Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pertanian melalui program cetak sawah yang berkelanjutan, guna meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Penulis: Ynt

Sebelumnya

Patroli Jalan Kaki Ops Damai Cartenz 2026 Jaga Stabilitas Keamanan Kota Dekai, Yahukimo

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detak Nusantara News
Alaku
Alaku