Forum Kemitraan AIDS, TBC, dan Malaria Diperkuat, Bengkulu Siapkan Renaksi Kolaborasi Daerah 2025–2030
BENGKULU— Dalam upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan penyakit menular, dilaksanakan Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan untuk Program Penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria (ATM) serta Technical Workshop Rencana Aksi Kolaborasi Daerah (Renaksi) 2025–2030 Provinsi Bengkulu, bertempat di Hotel The Madeline, Kota Bengkulu, Jumat (10/10/2025) pagi.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, lembaga kesehatan, dan organisasi masyarakat. Turut hadir Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, M.Si, Ketua Adinkes Provinsi Bengkulu, Drs. Amin Kurnia, SKM, MM, serta Perwakilan Adinkes Pusat, Kristy Wathini, yang hadir mewakili Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi Adinkes Pusat.
Selain dihadiri oleh perwakilan BKKBN, kepala dinas dan biro dari kabupaten/kota, juga tampak perwakilan organisasi profesi kesehatan, media massa, dan penggerak Posyandu.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan doa, sambutan dari perwakilan Adinkes Pusat, serta penyuluhan kesehatan oleh Ketua Adinkes Provinsi Bengkulu.
Dalam sambutannya, Kristy Wathini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mempercepat eliminasi tiga penyakit menular utama di Indonesia, yaitu AIDS, TBC, dan Malaria.
“Melalui forum kemitraan ini diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media agar program penanggulangan penyakit menular berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Khairil Anwar, M.Si, dalam sambutannya mengapresiasi dukungan Adinkes Pusat serta seluruh mitra yang telah berperan aktif dalam memperkuat sistem kesehatan daerah.
“Renaksi Kolaborasi Daerah 2025–2030 menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan komitmen dalam mewujudkan Bengkulu sehat dan produktif. Pemerintah Provinsi berkomitmen memperkuat sinergi dan inovasi agar program eliminasi AIDS, TBC, dan Malaria tercapai sesuai target nasional,” jelasnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi wadah penguatan kemitraan antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan masyarakat, sekaligus memperkuat implementasi kebijakan kesehatan daerah berbasis kolaborasi. Hasil kegiatan ini nantinya akan menjadi dasar penyusunan langkah strategis dalam pelaksanaan Renaksi Kolaborasi Daerah 2025–2030 di Provinsi Bengkulu.(Ynt)








