Beranda Bengkulu Gerakan Subuh Berjamaah Bengkulu: Singkap Selimut dan Bangunlah
Bengkulu

Gerakan Subuh Berjamaah Bengkulu: Singkap Selimut dan Bangunlah

Da’i Shaghir Qiando Ghifari menyampaikan tausiyah di hadapan jamaah Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu.

BENGKULU — Ribuan umat Islam memadati Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu dalam kegiatan gabungan Gerakan Subuh Berjamaah (GSB), Majelis Cinta Nabi, dan Ta’lim Maulid Akbar, Selasa (25/8/2026).

Sejak sebelum waktu Subuh, jamaah dari berbagai kalangan mulai berdatangan hingga memenuhi area masjid. Kegiatan berlangsung khusyuk dengan rangkaian tilawah Al-Qur’an, tausiyah, serta kajian yang mengangkat semangat kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.

Kegiatan diawali pembacaan Surat Al-Muzzammil oleh Mimi, siswi kelas V SDIT Rabbani. Setelah itu, Da’i Shaghir Qiando Ghifari, santri kelas IX PPIIT Rabbani, menyampaikan pesan tentang pentingnya ilmu bagi kehidupan umat.

Ketua DKM Masjid Raya Baitul Izzah, Prof. Dr. H. Hery Noor Aly, kemudian memberikan tausiyah tentang kecintaan kepada Rasulullah ﷺ. Jamaah diajak mengenang perjuangan, kesabaran, dan keteladanan Nabi dalam menghadapi berbagai tantangan dakwah.

Ribuan jamaah khusyuk mengikuti rangkaian Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu.

Puncak kegiatan diisi Ta’lim Surat Al-Muzzammil oleh KH. Muhammad Syamlan, Khadim Ma’had Rabbani Bengkulu. Dalam kajiannya, ia mengajak jamaah melakukan introspeksi melalui pertanyaan, “Andaikan kita hidup di zaman Nabi, kita ini termasuk yang mencela Nabi atau yang membela Nabi?”

Menurutnya, perjuangan kebenaran tidak selalu berada di tengah suara mayoritas. Karena itu, umat Islam harus berani keluar dari kenyamanan dan mengambil peran dalam membela kebenaran.

Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan firman Allah dalam Surat Al-Muzzammil ayat 1–2:

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ ۝ قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا

“Wahai orang yang berselimut. Bangunlah untuk melaksanakan salat malam, kecuali sebagian kecil.”

Tema “Singkap Selimut dan Bangunlah” pun menjadi pesan utama kegiatan. Selimut dimaknai bukan sekadar kain, tetapi juga simbol kemalasan, ketakutan, kenyamanan, dan sikap diam ketika kebenaran membutuhkan pembelaan.

Umat Islam diajak untuk bangun dalam arti yang lebih luas: bangun untuk Allah, bangun untuk ilmu, bangun untuk dakwah, bangun untuk membela kebenaran, serta bangun untuk membangun umat, bangsa, dan negara.

Membludaknya jamaah dalam Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid Raya Baitul Izzah menjadi momentum untuk memperkuat iman, kecintaan kepada Al-Qur’an dan Rasulullah ﷺ, sekaligus membangkitkan semangat generasi muda Islam di Bengkulu.

“Ayo, bangun untuk Allah. Bangun untuk umat. Bangun untuk bangsa dan negara. Bangun untuk dunia.”

Pesan itu menjadi penutup sekaligus ajakan agar semangat Subuh berjamaah tidak berhenti di masjid, tetapi berlanjut dalam ilmu, dakwah, pendidikan dan amal nyata.

Singkap selimut. Bangunlah. Dari Bengkulu, semangat kebangkitan umat diharapkan terus melaju hingga tingkat nasional dan internasional.

Penulis: Ynt

Sebelumnya

Bantuan Karhutla Polri Tiba di Kalbar, Distribusi ke Wilayah Lain Bertahap

Selanjutnya

Polri Ajak Masyarakat Cermat Sikapi Informasi di Ruang Digital

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detak Nusantara News
Alaku
Alaku