Kominfotik Bengkulu dan Komdigi RI Tangani Blank Spot di 40 Desa
BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong pemerataan akses telekomunikasi hingga ke wilayah pedesaan. Melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, penanganan wilayah blank spot dan sinyal lemah di sejumlah desa menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur digital.
Hal tersebut dibahas dalam kunjungan kerja Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, ke Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Kamis (12/3/2026). Pertemuan tersebut membahas upaya percepatan penyediaan jaringan telekomunikasi di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses internet.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Bengkulu, saat ini masih terdapat sekitar 40 desa yang menghadapi kendala jaringan komunikasi, baik karena kondisi blank spot maupun kualitas sinyal yang masih lemah.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan bahwa pemerataan jaringan internet menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama untuk mendukung pelayanan publik, pendidikan, serta aktivitas ekonomi yang kini semakin bergantung pada teknologi digital.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar persoalan jaringan telekomunikasi di daerah dapat segera diatasi.
“Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat agar wilayah yang masih mengalami blank spot dan sinyal lemah dapat segera mendapatkan akses jaringan yang lebih baik. Masyarakat di desa juga berhak menikmati layanan komunikasi dan internet yang memadai,” ujar Helmi Hasan.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital dengan melibatkan penyedia layanan telekomunikasi.
Ia menegaskan bahwa Bengkulu akan menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam upaya penanganan wilayah blank spot dan peningkatan kualitas jaringan.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah ini, diharapkan pembangunan infrastruktur digital di Provinsi Bengkulu dapat semakin merata sehingga masyarakat di berbagai wilayah, termasuk desa-desa terpencil, dapat mengakses layanan internet yang stabil dan berkualitas.Ynt









