Kota Bengkulu Bidik Juara Umum POPDA dan Porprov 2026, Siapkan Atlet Terbaik
BENGKULU — Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus mematangkan persiapan atlet untuk menghadapi dua ajang olahraga penting, yakni Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bengkulu 2026.
Kota Bengkulu membidik prestasi maksimal dengan menargetkan juara umum pada kedua ajang tersebut. Target itu didukung pembinaan atlet di masing-masing cabang olahraga (cabor) serta dukungan Pemerintah Kota Bengkulu dan DPRD Kota Bengkulu.
Untuk POPDA Provinsi Bengkulu 2026, Kota Bengkulu menyiapkan atlet dari lima cabor yang dipertandingkan, yakni atletik, karate, pencak silat, taekwondo, dan tinju.
Kepala Dispora Kota Bengkulu, Eka Saputra, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pengurus masing-masing cabor untuk memastikan kesiapan atlet sekaligus memfinalisasi jumlah atlet yang akan diturunkan.
Hingga saat ini, jumlah pasti atlet untuk POPDA masih dalam proses pendataan. Persiapan dan pembinaan atlet telah dilakukan oleh masing-masing cabor dengan tetap berkoordinasi bersama Dispora.
“Insyaallah target kita juara umum, seperti tahun-tahun sebelumnya. Mudah-mudahan kita tetap bisa mempertahankan juara umum,” ujar Eka, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, seluruh cabor yang dipertandingkan memiliki peluang untuk menyumbangkan medali. Karena itu, Dispora tidak hanya mengandalkan satu atau dua cabor untuk mengejar target juara umum.
“Semua kita andalkan. Ada atletik, pencak silat, karate, taekwondo, dan tinju,” katanya.
Sementara untuk Porprov Bengkulu 2026, persiapan dilakukan lebih besar dengan melibatkan 19 cabor. Berdasarkan pendataan sementara, kontingen Kota Bengkulu diperkirakan membawa hampir 300 atlet, meski jumlah tersebut masih akan difinalisasi melalui rapat bersama KONI Kota Bengkulu dan pengurus masing-masing cabor.
“Insyaallah hotel sudah siap. Tinggal nanti rapat terakhir dengan pengurus KONI dan cabor, berapa atlet yang akan dikirimkan,” ujar Eka.
Eka mengatakan target Kota Bengkulu pada Porprov juga tidak berubah, yakni mempertahankan posisi sebagai juara umum. Pemerintah daerah berharap para atlet mampu mengumpulkan sebanyak mungkin medali emas sebagai modal untuk meraih posisi teratas.
“Targetnya kita juara umum. Kalau bisa mendapatkan medali emas sebanyak-banyaknya. Patokannya memang medali emas, semakin banyak emas semakin bagus,” katanya.
Target tersebut didukung rekam jejak Kota Bengkulu yang sebelumnya pernah menjadi juara umum Porprov, termasuk saat pelaksanaan di Curup pada 2018.
Untuk meningkatkan motivasi atlet, Pemkot Bengkulu juga menyiapkan bonus bagi peraih medali pada POPDA maupun Porprov. Eka menyebut besaran bonus untuk Porprov lebih besar dibandingkan bonus POPDA.
“Yang jelas bonusnya lumayan besar. Untuk Porprov lebih besar dari Popda,” ujarnya.
Pemkot Bengkulu juga berupaya agar bonus atlet dapat diberikan dalam waktu singkat setelah pertandingan. Bahkan, bonus ditargetkan dapat diserahkan paling lambat dua hari setelah pertandingan selesai.
“Kalau bisa setelah pertandingan langsung diberikan bonusnya. Jangan menunggu tahun depan,” tegasnya.
Sementara itu, bonus bagi pelatih juga disiapkan, namun penganggarannya dilakukan pada tahun berikutnya karena menyesuaikan kondisi anggaran daerah.
Eka turut menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyud, Wawali Roni PL Tobing dan DPRD Kota Bengkulu yang telah memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga, khususnya pengembangan atlet pelajar dan atlet berprestasi di Kota Bengkulu.
Ia berpesan kepada seluruh atlet dan pelatih agar menjalani latihan secara serius dan tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, ajang POPDA dan Porprov bukan hanya tentang perolehan medali, tetapi juga menjadi bagian dari proses panjang pembinaan menuju prestasi yang lebih tinggi.
“Silakan latihan dengan baik dan berjuang dengan baik. Jangan puas dengan hasil sesaat atau hanya saat persiapan dan pertandingan. Buktikan, karena ini langkah awal untuk menuju kesuksesan ke depan,” pungkasnya.
Penulis: Ynt










