Nobar Film “Pesta Babi” di Bengkulu Dipantau Intel Kodim, Dinilai Berpotensi Picu Pro-Kontra
BENGKULU – Kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di sekretariat HMI Cabang Bengkulu, Minggu malam (17/5/2026), menjadi perhatian aparat keamanan. Unit Intel Kodim 0407/Kota Bengkulu melakukan pemantauan dan pengumpulan keterangan terkait kegiatan yang dinilai memuat isu sensitif dan berpotensi memicu pro dan kontra di tengah masyarakat.
Dalam laporan internal bidang Sosial Budaya (Sosbud), kegiatan berlangsung di Jalan Semangka Raya, Kelurahan Panorama, Kota Bengkulu, mulai pukul 19.00 WIB hingga 22.10 WIB. Nobar tersebut digelar Aliansi Rawat Bumi dengan menghadirkan pemateri Ali Akbar dan Dedek Henry.
Film dokumenter Pesta Babi mengangkat persoalan masyarakat adat di Papua Selatan yang terdampak ekspansi perkebunan tebu dan kelapa sawit. Isi film menyoroti isu kerusakan lingkungan, penyempitan ruang hidup masyarakat adat, hingga hilangnya tradisi budaya akibat berkurangnya kawasan hutan adat.
Intel Kodim menilai materi film memiliki muatan sensitif karena memuat kritik terhadap penguasaan tanah adat oleh korporasi dan negara atas nama ketahanan pangan dan energi nasional. Aparat juga mencatat penyebaran informasi kegiatan melalui media sosial berpotensi memunculkan tanggapan negatif maupun penolakan dari kelompok tertentu.
“Apabila tidak dilakukan langkah deteksi dini dan pendekatan persuasif, situasi dikhawatirkan berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” demikian isi analisa dalam laporan tersebut.
Kodim 0407/Kota Bengkulu mengaku telah melakukan pemantauan langsung, pendekatan kepada penyelenggara dan tokoh masyarakat, serta berkoordinasi dengan Polsek setempat untuk mengantisipasi potensi gesekan sosial pasca-kegiatan.
Dalam rekomendasinya, aparat meminta seluruh pihak tetap mengedepankan langkah persuasif dan menjaga situasi kondusif agar polemik tidak berkembang menjadi konflik sosial di Kota Bengkulu.
Penulis: Ynt










