Normalisasi Alur Pelabuhan Pulau Baai Berlanjut, DPR RI Dorong Bengkulu Jadi Pusat Logistik dan Investasi
BENGKULU – Upaya pemerintah memperkuat konektivitas dan daya saing logistik di Provinsi Bengkulu terus mendapat dukungan. Anggota Komisi V DPR RI, Erna Sari Dewi, memastikan program normalisasi alur Pelabuhan Pulau Baai akan dilanjutkan hingga mencapai kedalaman minus 12 meter sesuai Instruksi Presiden (Inpres).
Pernyataan tersebut disampaikan usai pembahasan bersama Kementerian Perhubungan di Bengkulu, Selasa (28/7/2026). Selain pengerukan alur, pemerintah juga akan mempercepat pembenahan berbagai sarana dan prasarana penunjang guna meningkatkan pelayanan kepelabuhanan.
Menurut Erna, pendalaman alur menjadi langkah strategis agar kapal-kapal berukuran besar dapat bersandar dan beroperasi dengan optimal di Pelabuhan Pulau Baai. Kondisi tersebut diyakini akan meningkatkan kapasitas distribusi logistik, memperlancar arus ekspor komoditas unggulan Bengkulu, serta menekan biaya transportasi.

Ia juga menilai pengembangan Pelabuhan Pulau Baai akan memperkuat iklim investasi di Bengkulu. Dengan akses pelayaran yang semakin baik, pelabuhan ini berpotensi menjadi gerbang logistik dan pusat distribusi barang bagi wilayah Bengkulu maupun Sumatera bagian tengah dan selatan.
Selain normalisasi alur, pemerintah turut memprioritaskan peningkatan fasilitas operasional, termasuk perbaikan sistem conveyor dan penyediaan peralatan pendukung lainnya agar proses bongkar muat berlangsung lebih efektif dan efisien.
Erna menegaskan Komisi V DPR RI akan terus mengawal pelaksanaan program tersebut melalui sinergi bersama Kementerian Perhubungan, Pelindo, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini diharapkan mampu menjadikan Pelabuhan Pulau Baai sebagai pelabuhan yang modern, berdaya saing, dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Bengkulu.
Penulis: Ynt










