Perhutanan Sosial Bengkulu Masuk Proyek Pendanaan Rp23 Miliar
BENGKULU – Pemerintah daerah terus memperkuat komitmen pembangunan berkelanjutan melalui sektor kehutanan. Kali ini, memperoleh alokasi pendanaan sebesar Rp23 miliar untuk program pemberdayaan masyarakat berbasis perhutanan sosial yang akan dilaksanakan di Kabupaten dan .
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, , menyampaikan bahwa dukungan pembiayaan tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah pusat dan mitra pendanaan internasional dalam mendorong pengelolaan hutan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.
Informasi tersebut disampaikan usai kegiatan Sosialisasi Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) yang digelar di Hotel Santika Bengkulu, Kamis (26/2).
Menurut Herwan, pendanaan proyek berasal dari skema pembiayaan inovatif blended finance yang dikelola di bawah koordinasi . Program ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara pemerintah daerah dan dalam mendukung agenda pembangunan rendah karbon nasional.
Pelaksanaan program perhutanan sosial dilakukan secara bertahap, dimulai dari penguatan kelembagaan perhutanan sosial dan persetujuan pengelolaan kawasan. Tahap berikutnya meliputi pembentukan serta penguatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) guna meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat.
Selanjutnya, program akan memasuki fase pengembangan usaha melalui perluasan akses pasar serta penataan kawasan kelola, termasuk penegasan batas wilayah, identifikasi potensi sumber daya, dan perencanaan ruang kelola hutan. Pada tahap akhir, masyarakat diarahkan menuju kemandirian melalui pembentukan social forestry enterprise yang berkelanjutan.
Melalui program ini, pemerintah berharap perhutanan sosial tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa hutan, sekaligus mendukung target pembangunan hijau dan ketahanan iklim di Provinsi Bengkulu. Ynt










