BPS Ungkap Penyebab Inflasi Bengkulu Juni 2026 Naik ke 3,96 Persen.
BENGKULU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Provinsi Bengkulu pada Juni 2026 sebesar 3,96 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,83.
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, mengatakan inflasi tahunan terjadi akibat kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran, dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau, transportasi, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.
“Pada Juni 2026, Provinsi Bengkulu mengalami inflasi year-on-year sebesar 3,96 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 110,83. Kenaikan harga terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran,” ujar Win Rizal dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Rabu (1/7/2026).
Berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan sebesar 6,39 persen. Selanjutnya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan sebesar 8,01 persen, kelompok transportasi sebesar 3,90 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,54 persen.
Dari sisi wilayah penghitungan, Kabupaten Mukomuko mencatat inflasi tahunan lebih tinggi, yakni sebesar 5,02 persen dengan IHK 110,91. Sementara itu, Kota Bengkulu mengalami inflasi sebesar 3,61 persen dengan IHK 110,80.
Menurut Win Rizal, sejumlah komoditas yang memberikan andil dominan terhadap inflasi tahunan antara lain cabai merah, emas perhiasan, bensin, daging ayam ras, angkutan udara, Sigaret Kretek Mesin (SKM), minyak goreng, ikan dencis, bahan bakar rumah tangga, serta beras.
“Komoditas tersebut menjadi penyumbang utama inflasi tahunan pada Juni 2026,” jelasnya.
Di sisi lain, beberapa komoditas tercatat memberikan andil terhadap deflasi tahunan, di antaranya santan segar, tarif rumah sakit, ikan tongkol atau ikan ambu-ambu, popok bayi sekali pakai, sepatu anak, daun singkong, krim wajah, pembalut wanita, baju muslim wanita, dan tempe.
Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), Provinsi Bengkulu mengalami inflasi sebesar 0,38 persen. Sementara itu, tingkat inflasi tahun kalender atau year-to-date (y-to-d) hingga Juni 2026 tercatat sebesar 1,77 persen.
Adapun komoditas yang dominan mendorong inflasi bulanan antara lain bensin, tomat, bahan bakar rumah tangga, mainan anak, ketupat atau lontong sayur, soto, bawang putih, kursi, minyak goreng, dan pasir.
Sementara komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi bulanan meliputi ikan tongkol, cabai merah, daging ayam ras, sepatu anak, angkutan udara, udang basah, ikan tuna, santan segar, terong, serta pembalut wanita.
Data inflasi Juni 2026 ini menunjukkan bahwa tekanan harga di Provinsi Bengkulu masih didominasi oleh kelompok pangan, energi, dan jasa, meskipun sejumlah komoditas konsumsi rumah tangga turut berperan dalam menahan laju inflasi.Jika diperlukan, saya juga bisa membuatkan 3 alternatif judul SEO yang lebih kuat dan lebih “klik” untuk media online.
Penulis: Ynt









